Bisnis Indonesia - Bisnis.com


MATA UANG: Rupiah kian terpinggirkan di wilayah terluar Indonesia

Large_dgs_7326

Berita Terkait

JAKARTA: Porsi mata uang asing yang digunakan di wilayah terluar Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 50% atau jauh melebihi jumlah Rupiah yang beredar.
 

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Peredaran uang dan Sistem Pembayaran Ronald Waas mengungkapkan hal tersebut salah satunya dipicu oleh tingginya penduduk Indonesia yang bekerja di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dibayar dengan menggunakan mata uang asing.
 
"Untuk meningkatkan penggunaan Rupiah harus ada kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia di wilayah terluar, sehingga penghasilan mereka pun menggunakan mata uang kita. Sektor riil-nya harus jalan dulu," ujarnya, Rabu, 22 Februari 2012.
 
Menurutnya, selain peredaran mata uang asing yang sangat tinggi, daerah perbatasan juga banyak mengedarkan Rupiah yang sudah lusuh serta masih menggunakan Rupiah yang sudah ditarik dari peredaran.
 
Ronald melanjutkan, hal tersebut terjadi karena wilayah tersebut sulit diakses melalui moda transportasi biasa. Oleh sebab itu agar dapat lebih intensif mengakses wilayah terluar bank sentral melakukan kegiatan kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL).
 
Dalam kerja sama tersebut disepakati TNI-AL akan mendistribusikan Rupiah dengan menggunakan sarana kedua pihak di wilayah perbatasan dan area terpencil di seluruh NKRI. (faa)

Discuss: MATA UANG: Rupiah kian terpinggirkan di wilayah terluar Indonesia

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area