Bisnis Indonesia - Bisnis.com


MASKAPAI ASING: Batal terbang, Kingfisher merugi

Large_kingficher

Berita Terkait

NEW DELHI: Sejumlah surat kabar di India menempatkan berita tentang kerugian yang tengah dialami perusahaan penerbangan Kingfisher Airlines sebagai laporan utama menyusul batalnya sejumlah penerbangan domestik yang dilayani perusahaan tersebut.

Harga tiket penerbangan domestik menuju sejumlah kota di India melonjak hingga 30%, sejak perusahaan tersebut mengumumkan hampir seluruh layanan penerbangan dibatalkan.

 “Contohnya penerbangan dari Bangalore—Delhi yang harga tiket biasanya dapat diperoleh Rs7.500, saat ini penumpang harus merogoh uang hingga Rs13.000—Rs14.000,” tulis Business Line dalam headline utamanya, hari ini.

Kingsfisher Airlines telah mengakui 15% dari total penerbangan domestiknya gagal terbang dalam 3 bulan terakhir. Bahkan, salah satu koran di India menyebut Kingfisher sebagai raja dari sejumlah penerbangan yang dibatalkan.

The Times of India menyebutkan 50 pilot perusahaan itu mengajukan pengunduran diri dalam satu pekan terakhir, melihat masa depan perusahaan yang tak menjanjikan. Total pilot yang mundur dalam 6 bulan terakhir ini tercatat 300—350 orang.

Separuh dari pilot maskapai tersebut merapat ke perusahaan penerbangan lain, IndiGo.

Direktorat Penerbangan Sipil India (DCGA) berusaha meminta direksi perusahaan itu untuk menjelaskan kondisi nyata yang tengah dialami. Rencananya dalam pekan ini, Kingfisher akan memenuhi panggilan DCGA.

Kingfisher saat ini tergeser dari dua besar sebagai penguasa terbesar penerbangan di India. Mereka mengalami krisis keuangan parah sejak beberapa tahun terakhir. (arh)

Discuss: MASKAPAI ASING: Batal terbang, Kingfisher merugi

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi

Most Read

Small_px002_627c_9

Chevron kena denda Rp165,24 triliun karena cemari Amazon

JAKARTA: Pengadilan banding Ekuador menguatkan putusan bahwa Chevron Corp harus membayar US$18 miliar (sekitar Rp165,24 trliun) atas tuduhan mencemari hutan Amazon dan merusak kesehatan masyarakat.   Hakim memerintahkan Chevron untuk membayar US$8,6 miliar  akibat kerusakan lingkungan Februari 2011, tapi jumlahnya lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar US$18 miliar karena Chevron tidak membuat permintaan maaf publik seperti yang dipersyaratkan oleh putusan awal.


Other area