JAKARTA: Maskapai Mandala Airlines akhirnya dapat terbang kembali setelah Kementrian Perhubungan menerbitkan lisensi terbang atau Air Operator Certificate pada Senin, 20 Februari 2012.
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti Singayuda Gumay mengatakan bahwa Air Operator Certificate (AOC) Mandala sudah diterbitkan setelah maskapai tersebut memenuhi persyaratan kepemilikan pesawat.
"AOC Mandala sudah saya tanda tangani Senin (20/2). Mandala siap terbang pada April nanti," kata Herry disela-sela Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR, Selasa, 21 Februari 2012.
Herry menjelaskan Mandala sudah mendatangkan dua unit pesawatnya yakni Airbus 320 dan sudah terparkir di Bandara Soekarno-Hatta.
Menurutnya, Mandala berkomitmen akan mengoperasikan 10 unit pesawat sampai Desember 2012, dan armada yang digunakan seluruhnnya Airbus, asal pabrikan Prancis.
"Mereka sudah ajukan rencana bisnis dan sanggup operasikan 10 pesawat seperti diatur UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, bahwa seluruh maskapai niaga berjadwal harus mengoperasikan 10 pesawat, yakni lima milik dan lima sewa. Jumlah 10 unit pesawat ini akan dipenuhi sampai Desember 2012, semuanya Airbus 320, kami berharap tak meleset dari rencana bisnis," kata Herry.
Meski sudah mengantungi AOC, lanjut Herry, Mandala hingga kini belum mengajukan izin rute kepada Kemenhub.
Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Tri S. Sunoko mengatakan pihaknya mengurungkan niat mengeluarkan maskapai ini dari daftar pengguna terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
“Kami sempat memberikan peringatan kepada Mandala perihal penempatannya di terminal 3 karena banyak maskapai yang berminat. Sekarang mereka sudah menunjukkan keseriusan, tidak mungkin digeser,” katanya.
Tri menambahkan kemungkinan besar maskapai yang akan menempati terminal 3 selain Mandala dan AirAsia nantinya adalah Pacific Royale dan Wings Air.
Tiga pesawat
Komisaris Mandala Diono Nurjadin mengungkapkan pada tahap pertama akan beroperasi dengan tiga pesawat jenis Airbus 320 dan hingga akhir tahun akan melayani penumpang dengan 10 pesawat jenis yang sama.
Berkaitan dengan adanya tuntutan dari pihak-pihak agen perjalanan atau karyawan, Diono mengatakan, masalah itu sudah diselesaikan melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). “Nanti kita akan bekerjasama dengan agen baru ke depannya,” katanya.
Soal rute, dia menjelaskan penerbangan Mandala tidak akan berbeda jauh dengan rute penerbangan sebelumnya.
Mandala Airlines pernah menerbangi 16 rute domestik dan empat rute internasional, diantaranya Singapura. Namun karena pesawatnya masih sedikit, untuk sementara Mandala akan terbang terbatas atau belum semua rute diterbangi, prioritasnya adalah Singapura.
Maskapai ini berhenti operasi sejak 13 Januari 2011 karena seluruh pesawatnya ditarik pihak perusahaan penyewa atau lessor. (Bsi)

Showing 1 - 2 of 2 comments