JAKARTA: PT LG Electronics Indonesia optimistis monitor 3 dimensi (3D) yang baru diluncurkan pertengahan tahun ini akan menyumbang 10% dari total penjualan monitor LG sepanjang tahun ini sebanyak 585.000 unit.
Hady Winoto, Head of IT Product Manager PT LG Electronics Indonesia mengatakan pihaknya telah menemukan teknologi yang membuat penikmat gambar 3D menjadi lebih betah di depan layar monitor tanpa merasakan pusing atau gangguan pada mata.
“Teknologi film patterned retarder memungkinkan kami meminimalisir seluruh ganjalan, khususnya masalah kedipan dan posisi menonton. Kualitas gambar lebih canggih, kacamata lebih nyaman dan harga kompetitif,” ujarnya, hari ini.
Vendor elektronik yang berpusat di Korea Selatan ini mengumumkan secara resmi LG Cinema 3D seri LG D2342P di jual di Indonesia. Monitor 3D berdimensi layar 23 inci ini menawarkan tampilan layar lebih cerah dan bebas kedipan (flicker free).
Teknologi FPR Menggunakan lapisan khusus pada layar monitor yang mereproduksi efek 3 dimensi, alat bantunya hanya kacamata dengan lensa terpolarisasi (polarized lens). Dengan teknologi ini, kedua mata menangkap sinyal dari monitor secara bersamaan.
Metode ini jauh berbeda dengan teknologi shutter glasses yang diterapkan pada monitor 3D di pasaran. Kerja teknologi shutter glasses mengandalkan kacamata berlapisan khusus, Liquid Crystal glasses.
Kacamata tersebut harus menggunakan dukungan daya baterai untuk menangkap pancaran sinyal dari layar monitor secara bergantian oleh mata kiri dan kanan pada ritme tertentu, sementara layar monitor menayangkan perspektif berbeda dari gambar yang sama.
Proses inilah yang menstimulasi otak memunculkan efek 3 dimensi. Sayangnya, banyak keluhan terkait kenyamanan mata.
LG mengklaim jika biasanya mata mulai lelah setelah melihat tayangan 3D selama 15 hingga 30 menit, dengan teknologi baru ini bisa bertahan hingga 2 jam bermain game 3D atau menyaksikan film.
LG CINEMA 3D monitor juga menawarkan tingkat kecerahan optimal untuk layarnya dengan kekuatan 100nits, lebih tinggi dua kali lipat dari monitor 3D konvensional dengan teknologi shutter glasses, kecerahan layarnya hanya mencapai 44nits.
LG mengklaim asupan daya listrik yang dibutuhkan produk ini 55% lebih rendah dibandingkan dengan LCD monitor konvensional.
Hady menambahkan kelebihan ini membuat pihaknya yakin penjualan monitor 3D bisa menyumbang 10% dari total penjualan monitor, dengan target 500 unit terjual per bulan hingga akhir tahun ini.
Penjulan monitor LG masih mengalami pertumbuhan, rata-rata 10% per tahun dengan target 585.000 unit pada 2011, naik dibandingkan realisasi 2010 sebanyak 532.000 unit. Tahun depan pihaknya optimistis menjual sebanyak 625.000 unit.
“Penjualan monitor mengikuti proyeksi penjualan PC yang pertumbuhannya saat ini memang tidak terlalu signifikan, rata-rata 7% per tahun,” ujarnya.(api)

Showing 0 - 0 of 0 comments