JAKARTA: PT Adira Multi Finance Tbk, emiten multifinance, membukukan pendapatan laba bersih Rp1,58 triliun pada 2011 atau naik tipis 8,21% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp1,46 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada hari ini, anak usaha PT Bank Danamon Tbk tersebut meraih pendapatan Rp5,3 triliun, tumbuh 36,24% dari Rp3,89 triliun pada 2010. Pendapatan yang bersumber dari pembiayaan konsumen berkontribusi 56,6% atau Rp3 triliun.
Kenaikan laba bersih yang hanya satu digit dipengaruhi oleh lonjakan beban hingga 62,75% menjadi Rp3,19 triliun pada tahun lalu dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp1,96 triliun.
Perusahaan yang dipimpin Stanley Setia Atmadja ini mengalami kenaikan beban gaji dan tunjangan 33,81% menjadi Rp1,31 triliun dari Rp 979,5 miliar sehingga berdampak pada lonjakan beban pada 2011.
Namun, kenaikan instrumen beban yang signifikan adalah beban bunga dan keuangan sebesar 295% menjadi Rp533,21 miliar dari Rp134,99 miliar.
Total aset yang dimiliki perseroan mencapai Rp16,88 triliun. Pertumbuhan aset melonjak lebih dari 100% per Desember 2011 dari Rp7,59 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Aset yang tumbuh pesat ini disebabkan oleh piutang pembiayaan konsumen pihak ketiga sebesar Rp13,24 triliun atau naik 102,44% dan kas di bank berelasi sebesar Rp2,28 triliun dari Rp349 miliar per Desember 2010.
Total liabilitas Adira Finance mencapai Rp12,46 triliun, meningkat seiring dengan pertumbuhan aset, yakni 227,89% pada tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh kenaikan pinjaman yang diterima perseroan dan surat utang yang diterbitkan.
Jumlah pinjaman yang diterima perusahaan multifinance kendaraan bermotor ini mencapai Rp2,95 triliun sedangkan utang obligasi pihak ketiga yang diterbitkan sebesar Rp6,88 triliun. (edw/tw)
Showing 0 - 0 of 0 comments