Bisnis Indonesia - Bisnis.com


KRISIS GLOBAL: Harus diredam dengan reformasi struktural

Large_agus_martowardojo__5_

Berita Terkait

JAKARTA : Pemerintah menilai imbas krisis global tidak cukup hanya diwaspadai, tetapi harus direspon melalui reformasi struktural di sektor perdagangan dan keuangan. 

 
Diversifikasi pasar dan penguatan permintaan domestik  harus dilakukan guna mengompensasi penurunan komoditas ekspor dunia.
 
Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo mengatakan pengaruh krisis global terhadap perekonomian nasional baru tercermin dari defisit neraca pembayaran, belum signifikan terhadap ekspor. Defisit neraca pembayaran tersebut tercermin dari berkurangnya cadangan devisa
mendekati US$100 miliar.
 
"Namun tidak bisa hanya hati-hati. Harus melanjutkan refomasi struktural dan sektor keuangan agar lebih siap dalam menghadapi krisis. Sekarang kita harus bisa melakukan upaya untuk menjaga ekspor, membuka market baru, dan menjaga domestik kita," ujar dia usai rapat kordinator di kantor Menko Perekonomian, hari ini.
 
Badan Pusat Statistik mencatat realisasi ekspor Indonesia sepanjang Januari-November 2011 mencapai US$186,11 miliar atau naik 32,04% dibandingkan dengan Januari-November 2010 US$140,95 miliar.
 
Sementara itu, ekspor pada November sebesar US$16,92 miliar, meningkat 8,25% dari bulan yang sama tahun sebelumnya US$15,63 miliar. Namun, jika dibandingkan dengan erkspor Oktober 2011, turun 0,20%.
 
Di sisi lain, nilai impor pada Januari-November 2011 tercatat sebesar US$160,96 miliar atau naik 3,38% dibandingkan dengan Januari-November 2010. Impor pada November 2011 tercatat US$15,4 miliar, meningkat 18,37% dibandingkan dengan November 2010.
 
Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-November 2011 surplus US$25,14 miliar. Adapun neraca perdagangan pada November 2011 juga surplus US$1,53 miliar.(sut)
 

Discuss: KRISIS GLOBAL: Harus diredam dengan reformasi struktural

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area