Bisnis Indonesia - Bisnis.com


KPR FLPP: Djan Faridz klaim tak ada masalah dengan perbankan

Large_rumah__1_

Berita Terkait

JAKARTA: Kementerian Perumahan Rakyat mengklaim tidak bermasalah dengan perbankan terkait negosiasi penurunan suku bunga KPR FLPP dengan 4 bank BUMN sebagai bank penyalur subsidi pembiayaan rumah.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan pihaknya optimis akan menemukan titik temu besaran suku bunga KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dengan bank penyalur pada akhir bulan ini.

"Kami tetap pada komposisi penyertaan pemerintah dan dana bank 50:50% dengan suku bunga sekitar 7%.Suku bunga acuan (SBI) sekarang kan 5 sekian persenan ditambah cost of fund dan lainnya akhirnya 7 persenan bunganya. Semua bank efisien mengikuti suku bunga yang diminta Kemenpera, kami tidak bermasalah dengan 4 bank BUMN," kata Faridz, saat konferensi pers siang ini 10 Februari 2012.

Faridz mengatakan dengan porsi dana penyaluran dengan komposisi 50%:50% dan suku bunga berkisar 7% akan menemukan titik temu dengan perbankan.

Menurutnya jika suku bunga turun menjadi sekitar 7% dari sebelumnya 8,5% maka angsuran per bulan dapat turun menjadi Rp550.000 dari sebelumnya Rp650.000. Selain itu, biaya yang timbul akibat perjanjian
kredit menjadi Rp7,5 juta dari sebelumnya Rp11,5 juta karena biaya asuransi yang sebelumnya dibebankan ke konsumen menjadi masuk ke dalam komponen suku bunga 7 persenan tersebut. (faa)

Discuss: KPR FLPP: Djan Faridz klaim tak ada masalah dengan perbankan

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area