Bisnis Indonesia - Bisnis.com


KONVERSI BBM: 110 SPBG siap dibangun

Large_img_7594

Berita Terkait

TANGERANG SELATAN: Pemerintah siap membangun 110 Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) di Pulau Jawa pada tahun ini untuk mendukung program pembatasan BBM bersubsidi mulai 1 April 2012.

 

“Sebanyak 19 SPBG diantaranya akan dibangun di Jakarta,” ujar Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo di sela-sela kunjungannya ke bengkel PT Autogas Indonesia bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia di daerah Serpong, Tangerang Selatan, sore ini.

 

Widjajono mengatakan dengan adanya pembatasan BBM bersubsidi, masyarakat masih memiliki opsi untuk memilih menggunakan 2 bentuk bahan bakar gas, yakni Compressed Natural Gas (CNG/BBG) atau Liquified Gas for Vehicle (LGV).

 

Sementara ini CNG dijual melalui SPBG yang sudah mulai dibangun oleh pemerintah namun ke depannya diharapkan swasta bisa ikut aktif membangun SPBG. Sedangkan penyediaan LGV bisa lebih mudah dan murah karena bisa dibangun di SPBU yang menjual BBM.

 

Adapun investasi pembangunan dispenser dan tangki timbun LGV diperkirakan sekitar Rp1,5 miliar. Sementara pembangunan satu SPBG adalah sekitar Rp40 miliar. Saat ini, sudah terdapat total 10 SPBG di Jakarta, Palembang, dan Surabaya dan total 10 SPBU yang menjual LGV di wilayah Jakarta.

 

Baru-baru ini PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga jual LGV dengan merek Vi-Gas dari Rp3.600 per liter setara Premium (LSP) menjadi Rp5.600 per LSP, terhitung mulai 10 Januari 2012.

 

Sejak diperkenalkan pada 2009, harga jual Vi-Gas tidak pernah mengalami perubahan, tetap pada level Rp3.600 per LSP. Sementara itu, harga CNG dengan merek BBG saat ini masih Rp3.100 per LSP dan harga keekonomiannya diperkirakan sebesar Rp4.100 per LSP.(api)
 

Discuss: KONVERSI BBM: 110 SPBG siap dibangun

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area