Bisnis Indonesia - Bisnis.com


KONFLIK AFGANISTAN: 9 Siswi jadi korban serangan NATO

Large_afganistan

Berita Terkait


JALALABAD,  Afghanistan: Sembilan siswi luka akibat serangan helikopter NATO di Provinsi Nangarhar, Afghanistan timur, hari ini.

 

Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO menyatakan mengaji tuduhan itu, tapi belum memiliki keterangan.

"Pada pagi ini, satu sekolah diserang helikopter NATO. Sembilan anak-anak, semua perempuan, dan petugas kebersihan sekolah luka," kata Ahmad Zia Abdulzai, juru bicara pemerintah Provinsi Nangarhar kepada kantor berita Prancis, AFP.

"Beberapa dari gadis itu boleh pulang setelah mendapat perawatan, tapi sekitar lima dari mereka masih di rumahsakit," kata Abdulzai, menuduh ISAF melancarkan serangan itu.

Juru bicara ISAF menyatakan pasukan tersebut mengetahui tuduhan tersebut, tapi tidak memiliki laporan tentang itu. "Pejabat ISAF mengaji tuduhan itu," kata juru bicara tersebut.

Pada pekan lalu, ISAF mengakui beberapa anak-anak tewas dalam serangan bom pada 8 Februari di propinsi timurlaut, Kapisa.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengutuk serangan udara itu dan memerintahkan penyelidikan setelah mengatakan bahwa delapan anak-anak tewas.

Laporan terkini itu muncul di tengah kerusuhan sengit benci Amerika Serikat di Kabul, yang dipicu pembakaran Al-Quran oleh pasukan asing di pangkalan tentara kelolaan Amerika Serikat Bagram di utara ibu kota tersebut.  Ketenaran Karzai rusak akibat kematian warga dan ia berulang kali mendesak pasukan NATO menghentikan pembunuhan atas warga desa.

Pemerintah Afghanistan menyatakan serangan di Kapisa itu, dan serangan udara baru-baru ini di Provinsi Kunar, Afghanistan timur, yang menewaskan tujuh warga, membuat rakyat di kedua propinsi itu menuntut pembatasan gerakan NATO menjelang penarikan pasukan tempur asing pada akhir 2014.

Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Februari menyatakan jumlah warga tewas dan luka dalam perang Afghanistan naik dalam lima tahun berturut-turut, dari 2.790 orang pada 2010 menjadi 3.021 pada 2011.

Sebagian besar kematian disebabkan oleh pejuang, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa, tapi kematian warga akibat serangan udara NATO juga naik sembilan persen menjadi 187 korban.

Serangan udara adalah penyebab utama kematian rakyat oleh NATO.

Perlawanan pimpinan Taliban Afghanistan menyengit dalam beberapa tahun belakangan, dengan peningkatan dalam serangan bom jalanan dan ledakan jibaku.

Sejumlah 2.898 tentara asing tewas di Afghanistan sejak serbuan pada 2001, dengan Amerika Serikat menderita korban terbanyak dengan 1.901 orang, diikuti Inggris dengan 398, Kanada (158), Prancis (82), Jerman (53), Italia (45), Denmark (42), Polandia (35), Spanyol (34), Australia (32), Belanda (25), dan sisanya dari negara lain.

Taliban menggunakan bom rakitan IED, yang mudah dan murah dibuat, sebagai senjata unggulan dalam perang sedasawarsa melawan Amerika Serikat dan sekutunya itu, yang sudah menewaskan lebih dari 50 persen korban di kalangan tentara asing.

Pejuang garis keras itu, yang memerintah Afghanistan dari 1996 hingga 2001 saat serbuan pimpinan Amerika Serikat, melancarkan perlawanan 10 tahun untuk mengusir tentara Barat dan kembali ke kekuasaan.

Taliban digulingkan akibat tidak mau menyerahkan pemimpin Alqaida Osama bin Ladin, yang dituduh mendalangi serangan terhadap Amerika Serikat tiga bulan sebelumnya.(Antara/AFP/msb)

Discuss: KONFLIK AFGANISTAN: 9 Siswi jadi korban serangan NATO

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area