JAKARTA: Bank Indonesia menilai dalam beberapa waktu ke depan inflasi berada dalam tren menurun akibat penurunan harga komoditas akibat rendahnya permintaan.
Deputi Gubernur bidang Pengelolaan Devisa dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Hartadi A. Sarwono mengungkapkan setelah menghitung kenaikan tarif daftar listrik pencapaian inflasi masih diproyeksikan berada di kisaran 4,5% dengan pergeseran 1%.
"Kalau kami lihat masing-masing komponen inflasi, masih ada ruang untuk penurunan. Apalagi ditambah dengan tren permintaan global yang kami perkiraan menurun dan belum bisa recover secepat perkiraan semua, yang akan membawa harga dunia menurun dalam beberapa waktu ke depan," ujarnya, hari ini, Jumat, 10 Pebruari 2012.
Namun demikian dia mengaku ada kekhawatiran pendorong kenaikan inflasi berasal dari dalam negeri, yaitu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) maupun penghapusan subsidi.
Dia melanjutkan, tanpa menghitung kenaikan BBM perkiraan capaian inflasi berada di tengah, atau bahkan batas bawah dari proyeksi. Oleh karena itu kemarin bank sentral memangkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. (faa)

Showing 0 - 0 of 0 comments