Bisnis Indonesia - Bisnis.com


KISRUH PREMANISME: John Kei itu humoris, kata istrinya

Large_john_kei

Berita Terkait

JAKARTA: Maraknya pemberitaan John Kei terkait pesta sabu dan dugaan pembunuhan Bos Sanex, membuat Yulianti, sang istri angkat bicara.

Menurut Yulianti, suaminya dikenal sebagai sosok yang humoris. John Kei pun tidak pernah bergaya hidup mewah dan petantang petenteng. John Kei adalah seorang yang suka silaturahmi dengan teman dan keluarga.

“Kesehariannya itu baik kok, orangnya humoris. Di mata masyarakat yang kenal dengan dia, dia juga dikenal sangat baik. Dia juga terkenal suka nyanyi, kalo ada silaturahim antarkeluarga,” jelas Yulianti usai mengadu ke Komnas HAM di Jl Latuharhari, Jakarta, hari ini.

Bukan tanpa sebab Yulianti berbicara soal sosok suaminya. Selama ini John Kei kerap dikait-kaitkan dengan sejumlah aksi kekerasan. John Kei pun sudah menjadi tersangka kasus pembunuhan Ayung, bos PT Sanex Steel, dan juga terkait narkoba.

Soal gaya hidup John Kei sehari-hari, Yulianti juga punya cerita. Suami yang telah memberinya empat orang anak ini selalu hidup apa adanya. John Kei pun selalu membantu teman-temannya.

“Dia itu sederhana, dia juga sering membantu orang lain. Ngasih orang lain kerjaan. Dia orangnya juga enggak suka memperkaya diri,” tegas Yulianti.

John Kei ditangkap polisi di Hotel C’One, Pulomas, Jakarta Timur pada 17 Feb malam lalu. Dia ditangkap bersama artis Alba Fuad yang terbukti mengonsumsi sabu.

Polisi mengatakan bahwa John Kei ditangkap atas keterlibatan pembunuhan Ayung di kamar 2701 Swiss-Belhotel, Jakarta Pusat pada 27 Januari 2012.

Hasil rekaman CCTV menunjukkan bahwa John Kei memasuki kamar di mana Ayung ditemukan tewas.
Sebelumnya pihak John Kei sudah membantah terlibat pembunuhan ini. John Kei dan Ayung menurut keluarga, sudah seperti saudara. (Jibinews/Solopos/nj)

Discuss: KISRUH PREMANISME: John Kei itu humoris, kata istrinya

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area