Bisnis Indonesia - Bisnis.com


KISRUH FPI: Sekjen OKI singgung Ormas garis keras di Istana SBY

Large_sekjen_oki_ekmeleddin_ihsanoglu

Berita Terkait

JAKARTA: Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang merupakan perhimpunan negara-negara Islam menyinggung soal organisasi di Indonesia yang mengatasnamakan Islam. 

 
OKI mempertanyakan dari mana lisensi dan izin organisasi masyarakat yang mengatasnamakan Islam. Organisasi yang melakukan tindakan dinilai represif seperti Front Pembela Islam (FPI) dinilai mengatasnamakan agama Islam.
 
"Kami mempertanyakan kepada mereka yang bertindak atas nama Islam. Dari mana mereka mendapat lisensi untuk melakukan ini, siapa yang mengizinkan mereka untuk melakukan itu?" ujar Sekjen OKI Ekmeleddin Ihsanoglu dalam jumpa pers seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin, 20 Februari 2012.
 
Ihsanoglu menegaskan ketika seseorang datang dan berkata bahwa "saya melakukan ini atas nama Islam, maka harus dipertanyakan dari mana mereka mendapatkan izin dan siapa yang memberikan lisensi sehingga bisa bertindak atas nama Islam." 
 
Dia menegaskan bahwa setiap tindakan atas nama Islam harus diketahui prinsip dan kriteria yang dimiliki organisasi itu apakah Islam sebagai agama atau sebagai budaya. 
 
"Sejak 14 abad yang lalu, Islam diinterpretasikan atau 'ditemukan' yang memiliki standar Kitab Suci Alquran dan Sunnah. Tentu interpretasi Alquran dan Sunnah harusnya hanya lembaga yang diberikan otoritas dan harus dalam konteks. Tidak ada referensi atau dogma tunggal yang kemudian dibawa keluar konteks dan diinterpretasikan," jelasnya.
 
Sekjen OKI menegaskan bahwa tidak ada paksaan dalam Islam karena yang ada justru sebaliknya yaitu dikenal sebagai saling menghormati agama lain.
 
Dia kemudian mengutip ayat suci Al Qur'an, "Agama Islam konsisten dengan 2 prinsip yaitu La Ikro Ha Fiddin [tidak ada paksaan dalam agama] dan Lakum Dinukum Waliyadin [bagimu agamamu dan bagiku agamaku]."
 
Belum diperoleh konfirkasi dari Pimpinan FPI Habib Rizieq yang bernama lengkap Muhammad Rizieq Husein Syihab, tentang komentar Sekjen OKI tersebut. Ketika dihubungi melalui telepon selularnya, tak diperoleh jawaban.
 
Pria kelahiran Jakarta, 24 Agustus 1965 tersebut, memimpin FPI dari markasnya di bilangan Petamburan, Jakarta Pusat. Ketika bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sekjen OKI membahas perkembangan aksi kekerasan terhadap sipil yang terjadi di Suriah. (LN)
 

Discuss: KISRUH FPI: Sekjen OKI singgung Ormas garis keras di Istana SBY

Showing 1 - 1 of 1 comments

  • 5c31b83cd81b9f6dc931fe388687bcf2.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Dosa-Dosa islam

    Senin, 20 Februari 2012 | 21:46 WIB

    Sadarlah hai indonesia tinggalkan islam agar tenanglah hati bangsamu terbebas dari tirani ajaran islam sampah budaya hasil imajinasi hidup satu manusia yang berprofesi sebagai nabi yang bisa salah lalai penuh kelemahan dari keterbatasan kehidupan masa lalu arab yang sudah berlalu dan tidak relevan lagi. Umat muslim seharusnya malu dan bertanggungjawab atas semua dosa-dosa islam yang diwariskan oleh nabi muhamad yang bisa salah lalai penuh kelemahan. Jika nabimu masih hidup dizaman modern ini tentu nabi muhamadmu akan merubah islam yang statis dan sudah tidak relevan lagi. Betapa sedihnya nabimu melihat muslim masih berkeras-hati membela ajaran islamnya yang statis dan seharusnya sudah ditinggalkan karena sudah tidak relevan lagi sejak nabi muhamad mati ribuan tahun lalu beserta tanggungjawabnya merubah islam dosa-dosa islam yang kini menjadi tanggungjawab umat muslim.

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area