JAKARTA: Kinerja penyaluran pembiayaan PT Bank Syariah Bukopin pada tahun lalu meleset dari target, karena tingginya persaingan bisnis dengan bank syariah lain.
Anak usaha PT Bank Bukopin Tbk ini menutup 2011 dengan membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp2 triliun, meningkat sekitar 20% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja itu lebih rendah dibandingkan dengan target perseroan yakni meningkat 30% dari periode sebelumnya.
“Terus terang saja banyak nasabah yang lari karena persaingan yang ketat. Banyak bank syariah lain yang menawarkan harga yang kompetitif sehingga ada beberapa nasabah kami yang pindah,” ujar Direktur Utama BSB Riyanto kepada Bisnis, hari ini, Selasa 14 Februari 2012.
Padahal, lanjut dia, perseroan cenderung konservatif dalam penyaluran pembiayaan, yakni difokuskan pada nasabah yang memiliki reputasi bisnis yang bagus. “Nasabah dengan segmen reputasi kuat itu terbatas.”
Meski demikian, lanjutnya, perseroan akan mengejar pertumbuhan pada tahun ini dengan memperkuat layanan dan bersaing dari margin dan bagi hasil pembiayaan. “Agar bisa memberikan harga pembiayaan yang bagus kami harus meningkatkan dana ritel masyarakat.”
Selain itu, perseroan juga akan mulai masuk ke segmen mikro dan melengkapi sejumlah produk pembiayaan yang telah ada seperti konsumer dan korporasi. “Kami targetkan pembiayaan pada tahun ini dapat meningkat sebesar 30%--40%,” jelasnya.
Peningkatan pembiayaan juga sejalan denganh target kenaikan dana pihak ketiga (DPK), dengan fokus pada dana murah. “Fokus dana kami pada tahun ini pada tabungan dan giro agar biaya dana kami lebih murah,” jelasnya.
Pada akhir 2011, perseroan berhasil menghimpun dana masyarakat sebesar Rp2,29 triliun, meningkat 41,3% dari akhir 2010. Adapun, total aset perseroan meningkat 24,47% menjadi Rp2,73 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, perseroan membukukan laba bersih sekitar `Rp15,1 miliar, naik 47,59% dari periode sebelumnya. Rasio kecukupan modal sebesar 14,92% dan pembiayaan bermasalah sekitar 1,74%.
Cikal bakal Bank Syariah Bukopin berawal dari Bank Persyarikatan Indonesia yang dimiliki oleh Muhammadiyah. Bank ini berdiri sejak 1990 dengan entitas pertama yakni Bank Swansarindo Internasional. (faa)
Showing 0 - 0 of 0 comments