JAKARTA: PT Bank CIMB Niaga Tbk pada 2011 membukukan kenaikan laba bersih konsolidasi 16,12% dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi Rp3,24 triliun. Kenaikan laba ditopang oleh ekspansi kredit yang disertai penurunan beban biaya operasional.
Berdasarkan publikasi hari ini, laba ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih yang meningkat menjadi Rp7,92 triliun dari tahun sebelumnya Rp7,33 triliun. Pos pendapatan operasional selain bunga juga menyumbang kenaikan laba sebesar Rp3,35 triliun dari sebelumnya Rp2,12 triliun.
Satu sisi beban operasional selain bunga naik menjadi Rp6,9 triliun dari sebelumnya Rp6,07 triliun. Namun, secara keseluruhan beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun tipis menjadi 76,32% dari sebelumnya 77,16%.
Sebenarnya margin bunga bersih (net interest margin/NIM) CIMB Niaga menurun menjadi 5,65% dari sebelumnya 6,43%. Namun, karena kenaikan ekspansi kredit secara akumulatif pendapatan meningkat. Kredit tumbuh 18,79% menjadi Rp122,43 triliun dari sebelumnya Rp103,05 triliun. Secara industri kredit masih di bawah rata-rata 24%.
Kenaikan kredit itu mendorong rasio intermediasi menjadi 94,41% dari sebelumnya 88,04%. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan dana yang lebih kecil dibandingkan kredit, yakni hanya tumbuh sekitar 10% menjadi Rp127,4 triliun dari sebelumnya Rp115,4 triliun.
Secara keseluruhan aset bank milik CIMB Group itu meningkat dari Rp143,65 triliun dari sebelumnya Rp166,8 triliun. (tw)

Showing 0 - 0 of 0 comments