JAKARTA: PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance), perusahaan asuransi kerugian, mencatatkan perolehan laba bersih setelah pajak Rp336,01 miliar pada 2011, tumbuh 24,91% dari laba bersih pada tahun sebelumnya Rp268,99 miliar.
Kenaikan laba bersih yang mencapai dua digit tersebut dipengaruhi oleh kenaikan hasil pengelolaan premi (underwriting) dan investasi yang sama-sama mencapai dua digit.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada hari ini, anak usaha PT Bank Danamon Tbk tersebut mencatatkan hasil underwriting sebesar Rp452,46 miliar pada 2011, tumbuh 21,3% dari Rp372,99 miliar pada 2010.
Hasil tersebut diperoleh dari pendapatan underwriting pada 2011 sebesar Rp968,31 miliar (tumbuh 30,38% dari Rp742,66 miliar pada 2010) dikurangi beban underwriting sebesar Rp515,85 miliar (tumbuh dari Rp372,99 miliar pada 2010).
Perusahaan yang dipimpin oleh Willy Suwandi Dharma ini memperoleh total premi bruto sebesar Rp1,37 miliar sepanjang 2011, tumbuh dari Rp1,01 miliar pada 2010.
Dari total premi bruto tersebut, perseroan membukukan premi yang menjadi tanggungan sendiri (premi netto) sebesar Rp1,082 triliun, tumbuh dari Rp805,85 miliar pada 2010.
Sementara itu, sebanyak Rp290,55 miliar premi dilimpahkan kepada perusahaan reasuransi, tumbuh dari Rp200,76 miliar pada 2010.
Adapun hasil investasi bersih mencapai Rp136,34 miliar pada 2011, tumbuh 27,9% dari Rp106,54 miliar pada 2010.
Sepanjang 2011, Adira Insurance menanamkan dana investasi senilai Rp2,275 triliun, tumbuh 29,5% dari Rp1,757 triliun pada 2010. Sebagian besar dana tersebut diinvestasikan pada instrumen investasi pendapatan tetap (fixed income).
Dana investasi yang ditempatkan pada deposito berjangka dan sertifikat deposito mencapai Rp1,36 triliun; obligasi dan MTN Rp554,87 miliar; serta surat berharga pemerintah/BI Rp304,10 miliar.
Sementara itu jumlah dana yang diinvestasikan pada instrumen saham pada 2011 mencapai Rp57,14 miliar dan Rp95 juta pada penyertaan langsung.
Total kekayaan yang dimiliki perseroan sampai dengan akhir Desember 2011 mencapai Rp2,637 triliun, tumbuh 29,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,031 triliun. (ANO/TW)

Showing 0 - 0 of 0 comments