Bisnis Indonesia - Bisnis.com


KETERSEDIAAN ROTAN: Kemendag tolak skema buffer stock

Large_rotan

Berita Terkait

JAKARTA: Kementerian Perdagangan menolak skema sistem penyangga atau buffer stock untuk mengatur stok bahan baku rotan di dalam negeri.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Gunaryo mengatakan untuk saat ini pihaknya fokus untuk mewujudkan sistem resi gudang.

"Kami fokus dulu ke resi gudang, buffer stock nanti dulu. Fokus selesaikan resi gudang sesuai apa yang telah disepakati," jelasnya akhir pekan lalu.

Ketentuan mengenai resi gudang untuk mengatur stok bahan baku rotan diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 37/M-DAG/PER/11/2011 tentang Barang yang Dapat Disimpan di Gudang Dalam Penyelenggaraan Resi Gudang.

Peraturan tersebut diterbitkan untuk mendukung penutupan keran ekspor untuk bahan baku rotan mulai tahun ini.

Dalam permendag tersebut diatur menyatakan bahwa sistem resi gudang adalah kegiatan yang berkaitan dengan penerbitan, pengalihan, penjaminan, dan penyelesaian transaksi resi gudang.

Adapun resi gudang adalah dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang yang diterbitkan oleh pengelola gudang.

Barang yang dapat disimpan di gudang untuk diterbitkan resi gudang adalah yang memenuhi persyaratan memiliki daya simpan paling sedikit 3 bulan, memenuhi standar mutu tertentu, dan memenuhi jumlah minimum barang yang disimpan.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono mengatakan pemerintah sebaiknya menggunakan skema buffer stock.

Menurutnya, dengan skema tersebut akan membuka kembali keran ekspor dengan tetap memperhatikan kebutuhan bahan baku rotan di dalam negeri.

"[Dengan buffer stock] kalau stok yang disimpan sudah mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, baru kelebihannya diperbolehkan untuk ekspor, tidak dilarang sama sekali," paparnya.

Ambar mengatakan pemerintah bisa menetapkan buffer stock dalam tahap awal sebanyak 70.000 ton dan bisa meningkat setiap tahunnya.

Tahun ini, katanya, kebutuhan bahan baku rotan di dalam negeri sebanyak 40.000 ton yang pesimistis bisa dipenuhi.

Dia menuturkan ditutupnya keran ekspor berdampak pada keengganan petani untuk memasok komoditas itu, karena hanya rotan jenis tertentu saja yang bisa dimanfaatkan di dalam negeri.

Di sisi lain, Ambar juga pesimistis ada bank yang mau mengeluarkan resi sebagai penjaminan dalam skema sistem resi gudang dalam pengaturan bahan baku rotan. Saat ini, tambahnya, juga belum tersedia gudang yang dijadikan penyimpanan.

Sementara itu, Kepala Pusat Harmonisasi dan Kebijakan Perdagangan Kemendag Sutriono Edi mengatakan pihaknya tengah bertemu dengan para pemangku kepentingan untuk merealisasikan sistem resi gudang untuk rotan.

"Kami sedang menyiapkan gudang-gudangnya, melakukan identifikasi. Tidak semua gudang bisa dipakai. Dalam waktu dekat, mungkin 2-3 bulan diharapkan sudah bisa diselesaikan," paparnya.

Dia menuturkan pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak perbankan, pembiayaan, maupun industri yang akan menggunakan sistem resi gudang.

"Resi gudang hanya salah satu alternatif pembiayaan. Skema resi gudang bisa tidak dipergunakan, misalnya bisa langsung bahan baku rotan dibeli oleh industri di Cirebon," paparnya.
 

Discuss: KETERSEDIAAN ROTAN: Kemendag tolak skema buffer stock

Showing 1 - 3 of 3 comments

  • Dbc26c3677d84e9d1ea204ce00cb9b48.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    armin tantu

    Senin, 13 Februari 2012 | 10:02 WIB

    pelan tapi pasti, akan dijamah abraham samad ketua kpk, apalagi ini menyusahkan rakyat kecil.

  • 315874c5f7a60aa9b79a1f41bf5a959b.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    FAISAL

    Senin, 13 Februari 2012 | 09:47 WIB

    ATURAN ROTAN YG DTETAPKN SNGT ANEH,SULIT DPAHAMI KRN TDK BRLAKU PD BRG LAIN. HAX PRLU DWSPADAI KRN ADA DANA APBN YG DKUCURKN. APBN UANG RKYAT, DBAYARKN KPD SUCOFINDO UTK PRSULIT RKYAT, INILAH CARA MLEGALKAN ANGGARAN.

  • 78e60293609a30c5851f5e767b195c61.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Albert

    Senin, 13 Februari 2012 | 09:21 WIB

    Menyangkut soal rotan,Kementerian Perdagangan tdk akan mempertimbangkan masukan dr asosiasi, jangan lah Asmindo cape memberi saran. Dirjen Dagri sdh membuat juknis atas Permendag No.36/2011 ttg pengangkutan antar pulau rotan yg wajib diperiksa Sucofindo atas biaya negara lewat APBN, terbukti bhw Juknis tsb bertentangan dgn Permendag 36/2011 (induknya). Ternyata Permendag 36/2011 ini sulit diterapkan shg dibuatlah juknis yg isinya berupa pengecualian2, malah Sucofindo yg jadi enak krn cukup menunggu di kota tanpa hrs ke pulau2. Mari kita cermati dan ikuti pelaksanaan aturan Permendag 35, 36 dan 37/2011, kita menanti Ditjen Dagri dgn sistim resi gudang dan aturan antar pulau nya. Pasca Permendag ttg rotan ini, sdh terjadi kelangkaan bhn baku rotan di Indonesia, hidup rotan imitasi !

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area