MAKASSAR: Penanganan masalah kemiskinan kembali menjadi agenda utama pembangunan Pemkot Makassar tahun ini.
Kepala Dinas Sosial Makassar Ibrahim Saleh mengatakan dalam upaya penanganan kemiskinan di kota ini, Pemkot akan lebih fokus menyasar golongan rumah tangga sangat miskin (RTSM).
"Program pertama kami menargetkan 200 rumah RTSM yang tidak layak huni akan diperbaiki," ujar Ibrahim kepada Bisnis, Jumat 10 Februari 2012.
Dia menambahkan, selain perbaikan rumah tidak layak huni di Makassar, Dinsos juga menargetkan tahun ini 15.000 keluarga miskin menjadi keluarga harapan. Target tersebut meningkat 40% dari pencapaian tahun 2011, dimana Pemkot Makassar membantu 8.926 keluarga miskin menjadi keluarga harapan. "Tahun lalu kami laksanakan di 11 kecamatan, mudahan tahun ini sudah bisa di 14 kecamatan," ujar Ibrahim.
Untuk merealisasikan target tersebut, Dinsos akan bekerja sama dengan satuan kerja perangkat daerah lain yang terkait, diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BKKBN, Disnaker serta BPN.
Sementara itu, terkait penanganan anak jalanan, Dinsos akan bekerja sama dengan mahasiswa Makassar mendirikan 25 posko di tahun 2012 dengan fokus pada penertiban pengamen dan gelandangan. "Selama ini, yang menjadi masalah hampir semua Perda yang ada terkesan tumpul karena persoalan efek jera dan sanksi yang tidak maksimal," ungkap Ibrahim.
Khusus perlindungan anak, lanjut dia, Dinsos juga akan bekrjasama dengan LSM di Kota Makassar membentuk lembaga kesejahteraan sosial (LKS). Diharapkan, dengan dibentuknya LKS, lembaga swadaya masyarakat yang mempunyai program terkait perlindunan dan pembinaan anak bisa terakomodasi.
Rehabilitasi sosial berkaitan dengan waria Makassar yang jumlahnya cukup tinggi mencapai 560 juga akan dilakukan Dinas Sosial. "Akan kami lakukan pembinaan, apakah itu diakomodir untuk membuka salon ataupun dilatih melalui kursus-kursus lain yang nantinya kami siapkan pendamping sebanyak 89 orang," ujar Ibrahim.
Pada tahun ini Dinsos mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp4,3 miliar sementara dari APBD Makassar sebesar Rp5,8 miliar. Kendati demikian, Dinsos optimis akan mendapat penambahan anggaran untuk pelaksanaan program tahun 2012 yang bersumber dari CSR, Kementrian Sosial RI, Dinsos Sulsel.
"Tahun lalu realisasi belanja kami itu mencapai Rp21 miliar padahal APBD yang kami terima Rp5,2 miliar. Artinya kami akan mencari sumber dana lain untuk mendukung program-program kami. Dan tahun ini juga akan tetap kami lakukan," ungkap Ibrahim. (bas)

Showing 0 - 0 of 0 comments