Bisnis Indonesia - Bisnis.com


KECELAKAAN: Ford kampanyekan cara berkemudi aman

Large_ford

Berita Terkait

 

JAKARTA: Produsen kendaraan asal Amerika Serikat, Ford, menilai keamanan di jalan raya sebagai masalah yang sangat serius di Indonesia, menyusul tingginya angka kecelakaan lalu lintas selama ini.
 
Berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia, pada tahun lalu terdapat 106.000 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan lebih dari 30.000 korban meninggal dunia dan 145.000 lainnya cedera.
 
"Keamanan di jalan merupakan masalah yang sangat serius di Indonesia dan ini merupakan hal yang berkaitan erat dengan bisnis kami," kata Bagus Susanto, Managing Director PT Ford Motor Indonesia.
 
Sebagai perusahaan otomotif, menurut Bagus, Ford tidak hanya berkomitmen untuk menyediakan kendaraan yang mengutamakan keselamatan, kualitas, dan penghematan bahan bakar. 
 
Namun, lanjutnya, Ford juga berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman pengendara dan membantu mereka untuk berkendara lebih baik, lebih aman, dan dengan tingkat kesadaran yang lebih tinggi terhadap kendaraan lain di jalan.
 
Terkait dengan pentingnya berkendara aman, FMI kembali melanjutkan kampanye global Ford Driving Skills for Life (DSFL) yang dilaksanakan untuk kelima kalinya di Tanah Air.
 
Program ini menggunakan pelatihan online, pengajaran di kelas, dan praktik langsung di lapangan untuk meningkatkan proses pembelajaran dan kesenjangan pengalaman lebih dari 500.000 pengendara dari berbagai tingkatan usia.
 
DSFL Ford untuk wilayah Asia Pasifik digelar pertama kalinya pada 2008. Program ini mencakup sejumlah negara di kawasan itu, a.l. Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, China, India, Taiwan, dan Afrika Selatan.
 
DSFL sendiri diklaim telah disesuaikan dengan pasar yang bersangkutan dan kondisi jalan setempat. Di Indonesia, misalnya, pelatihan berkendara mencakup antisipasi terhadap kondisi jalan, penerapan teknik berkendara hemat bahan bakar, menghindari mengemudi dengan kecepatan tinggi, dan menjaga mobil tetap terawat dengan baik.
 
Adapun keterampilan berkendara aman berfokus pada penggunaan sabuk pengaman, pengenalan dan antisipasi terhadap perubahan kondisi lalu lintas, menghindari gangguan konsentrasi, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
 
Hingga saat ini, sekitar 50.000 orang telah berpartisipasi dalam program DSFL di seluruh Asia. Tahun ini, diperkirakan 12.000 orang mengikuti program yang sama, termasuk 1.000 peserta di antaranya berasal dari Indonesia.
 
Banyaknya jumlah peserta DSFL di kawasan Asia ini, menurut Ford, disebabkan karena pertumbuhan ekonomi yang mendorong peningkatan kepemilikan kendaraan. Sebagian besar dari peserta DSFL Asia merupakan pengendara pemula.
 
Program DSFL tersebut mendapatkan dukungan dari Asia Injury Prevention Foundation (AIPF) dan bermitra dengan Jakarta Defensive Driving Center (JDDC), guna meningkatkan kesadaran mengenai praktik berkendara aman. (sut)

Discuss: KECELAKAAN: Ford kampanyekan cara berkemudi aman

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area