Bisnis Indonesia - Bisnis.com


Katanya, HASRAT SEKSUAL PEREMPUAN menurun setiap bulan

Large_eries-lambangseks

Berita Terkait

 

JAKARTA: Hasrat seksual wanita berkurang seiring waktu dan penurunan itu lambat namun konstan setiap bulan, seperti diwartakan laman medindia.

 

Peneliti seks Sarah Murray dan Robin Milhausen memantau dan menilai tingkat hasrat seksual dari 170 pria dan wanita dalam Female Sexual Function Index.

 

Dalam setiap bulan yang dilalui partisipan wanita, mereka melaporkan bahwa hasrat seksual mereka berkurang hingga 0.02 dari skala itu, dengan selisih antara 1.2 hingga 6.0.  Sementara hasrat seksual dari partisipan pria tetap bertahan. Partisipan memiliki pasangan yang tetap.

 

Para peneliti mempercayai perbedaan ini didorong oleh kebutuhan evolusioner dari pria untuk memiliki keturunan sementara wanita  fokus pada upaya membesarkan anak. Temuan itu telah dipublikasikan dalam jurnal Sex and Marital Therapy.

 

Di tempat terpisah, hHasil penelitian dari 2.300 responden dari Medical University of Graz di Austria menemukan bahwa tingkat testosterone dan vitamin D menjangkau titik terendahnya setelah musim dingin dan mencapai puncak terbaiknya di bulan Agustus atau pada musim panas.

 

"Wanita dikenal sulit untuk dibuahi pada musim dingin," Tulis hasil penelitian itu, seperti dikutip Daily Mail.

 

Penelitian itu mengungkapkan, ketika mendapatkan vitamin D, tubuh membutuhkan proses kimiawi yang diperlukan ketika radiasi UVB dari matahari diserap oleh kulit. Vitamain D masih dapat diperoleh dalam jumlah yang kecil dari ikan, telur, dan hati.

 

Meski begitu, Dr. Elisabeth Lerhbaum mengatakan bahwa pasangan harus membatasi waktu mereka di bawah matahari, karena berjemur terlalu lama dapat menyebabkan kanker kulit. (Antara/ea)

 

Discuss: Katanya, HASRAT SEKSUAL PEREMPUAN menurun setiap bulan

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area