Bisnis Indonesia - Bisnis.com


Kasus TKI bermasalah tertinggi masih dari Timteng

Large_tki__2_

Berita Terkait

JAKARTA: Kawasan Timur Tengah masih menempati posisi tertinggi kasus tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah tertinggi selama 2011 dengan total jumlah pemulangan dari wilayah itu sekitar 264.263 orang.

Rolly Laheba, Kepala Balai Pelayanan Kepulangan Tenaga Kerja Indonesia Selapajang, Tangerang, menjelaskan dari kawasan Timteng jumlah pemulangan dari Arab Saudi menempati posisi teratas, khususnya dalam kasus TKI bermasalah.

"Status moratorium [penghentian penempatan TKI pekerja domestik] yang diberlakukan terhadap Arab Saudi, Yordania, Kuwait dan Suriah diharapkan dapat menekan angka TKI bermasalah," katanya, hari ini.

Dari jumlah kedatangan TKI Arab Saudi sebanyak 171.083 terdapat TKI yang pulang habis kontrak sekitar 136.678 orang (80%), cuti ada 15.328 orang (9%), dan pekerja bermasalah 19.077 orang (11%).

Pemulangan pekerja dari negara Uni Emirat Arab selama 2011 tercatat  30.617 orang dengan perincian TKI yang pulang habis kontrak 21.130 orang (69%), yang cuti 2.680 orang (9%), dan bermasalah 6.807 orang (22%).

Rolly menjelaskan TKI yang datang dari Kuwait dalam periode yang sama berjumlah 21.915 orang, rinciannya yang pulang karena habis kontrak ada 19.033 orang (87%), yang cuti 2.192 orang (10%), dan bermasalah 690 orang (3%).

Kepulangan pekerja dari Yordania sekitar 11.814 orang dengan perincian habis kontrak ada 10.660 orang ( 90%), yang cuti 302 orang (3%), dan bermasalah 852 orang (7%).

"TKI bermasalah yang kembali dari Oman ada sekitar 2.133 orang dari sebanyak 11.368 orang yang kembali selama 2011," ungkap Rolly. (tw)
 

Discuss: Kasus TKI bermasalah tertinggi masih dari Timteng

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area