Bisnis Indonesia - Bisnis.com


KASUS NODA EPA: Industri sawit diminta cari solusi

Large_sawit__9_

Berita Terkait

DENPASAR: Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan meminta industri kelapa sawit segera mencari solusi terkait dengan Agen Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat yang merilis data (NODA EPA), karena akan mempengaruhi pengembangan kelapa sawit di Tanah Air.

"Sebagai negara terbesar produsen CPO dunia, ini [NODA EPA] harus dibahas, karena menyangkut pengembangan sawit saat ini dan masa mendatang," ujarnya saat acara ICOPE ke-13, hari ini.

AS merilis Notifice of Data Availability Environmental Protection Agency (NODA EPA) pada 27 Januari 2012 yang menyatakan kelapa sawit hanya mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 17%. Padahal, EPA mempersyaratkan pengurangan emisi karbon kelapa sawit minimal 20%, agar komoditas itu bisa digunakan sebaga bahan baku biodiesel di negara tersebut.

Oleh karena itu, minyak kelapa sawit mentah untuk biofuel, katanya, tidak layak mendapatkan insentif energi terbarukan. Menurutnya, boikot perlawanan kelapa sawit di Idonesia adalah tindakan tidak adil, karena sawit memiliki nilai ekonomi tinggi dan mendatangkan kesejahteraan bagi Indonesia. "Pengembangan sawit tidak menyebabkan kerusakan ligkungan."

Menurutnya, isu tentang kelapa sawit menjadi sangat mendesak untuk dibahas. Apalagi, saat ini bertepatan dengan notofikasi soal sawit dari Amerika Serikat tersebut, bahwa minyak kelapa sawit mentah bukan termasuk bahan baku biodiesel ramah lingkungan.

Menhut Zulkifli Hasan mengatakan pelaku industri kelapa sawit harus berupaya untuk meningkatkan produksi minyak sawit berkelanjutan. Indonesia, katanya, sedang mencari solusi terbaik terkait degan isu konservasi hutan dalam memenuhi perkembangan pembangunan di luar sektor kehutanan yang berdampak pada kehutanan dan lingkungan.

Menurutnya, International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) ke-3 dapat menjawab masalah terkait isu yang dihadapi oleh industri kelapa sawit.

Dia menuturkan Indonesia memiliki kawasan hutan tropis terbesar ketiga di dunia seluas130,8 juta hektare, sehingga dapat menentukan posisi geopolitk pada tataran global.(api)

Discuss: KASUS NODA EPA: Industri sawit diminta cari solusi

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area