JAKARTA: Tim sukses Anas Urbaningrum mengakui membagikan sedikitnya 47 telepon genggam Blackberry kepada peserta kongres guna memudahkan komunikasi saat Kongres II Partai Demokrat di Bandung pada 2010.
Umar Arsal, yang saat itu jadi koordinator pemenangan Anas wilayah Sulawesi, mengatakan dirinya menjalankan perintah Anas untuk membagi-bagikan alat komunikasi itu kepada pendukungnya. Jumlah Blackberry yang dibeli, ujarnya sesuai dengan jumlah pendukung Anas.
"Blackberry itu semua pendukung Anas dapat. Itu Blackberry Gemini dan kita dapat murah. Fungsinya untuk komando," kata Umar, kepada wartawan disela-sela rapat internal Fraksi Partai Demokrat, Jumat (17/02)
Menurut Umar, Blackberry tersebut diperoleh dari sumbangan simpatisan Anas meski menolak menyebut siapa sumber dananya.
Menurutnya, jumlah Blackberry yang dibagikan ratusan unit. Namun yang menjadi tanggung jawabnya untuk dibagi-bagi hanya 47 unit khusus untuk wilayah Sulawesi.
"Blackberry itu menjelang kongres kita adakan dari bantuan teman-teman. Dari sumbangan kita beli yang Gemini. Semua tim kita dapat. Dan uang pembelian Blackberry itu bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Namun demikian, Umar yang kini menjabat sebagai Ketua Divisi Tanggap Darurat Partai Demokrat itu menolak kalau ada praktik money politics di kongres partai tersebut. Umar menegaskan yang ada hanyalah uang transport saja sesuai kebuuthan peserta kongres.
"Nggak ada money politics, yang ada hanya uang transportasi saja," kata Umar kepada wartawan di Gedung DPR.
Dia menjelaskan para pendukung Anas memang diberi uang transport dengan jumlah bervariasi sesuai jumlah kontingen per DPC/DPD.
Dia mengaku memang ada masalah ketika peserta kongres yang datang melebihi jumlah undangan. Semua Perwakilan Anak Cabang (PAC), katanya, membawa penggembira yang jumlahnya 7-25 orang.
Kondisi itulah, ujarnya, yang membuat harus ada negosiasi karena semula panitia hanya menyiapkan dua kamar per perwakilan," kata Umar.
“Pembagian uang transport untuk wilayah Sulawesi angkanya bervariasi antara Rp3,5 juta sampai Rp7,5 juta,” katanya.
Akan tetapi, Umar menegaskan tidak ada uang sukses Rp100 juta per DPC. Umar menuding ketua DPC yang melempar isu itu karena sakit hati setelah dicopot dari DPC PD. (Bsi)

Showing 1 - 1 of 1 comments