MAKASSAR: Berikut ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah, a.l. Pemkot Makassar tunggu kepastian investasi monorel, Kinerja ekspor Kaltim diprediksi turun, Bank di daerah gencar inovasi layanan.
Kinerja ekspor: Nilai ekspor komoditas andalan Kaltim diprediksi susut hingga 19% tahun ini, seiring dengan belum membaiknya perekonomian dari sebagian negara importir.
Ketua Apindo Kaltim Slamet Brotosiswoyo memperkirakan penurunan tersebut akan didorong oleh turunnya ekspor dari sektor migas dan pertambangan yang masih mendominasi nilai ekspor daerah ini.
"Pasti negara-negara di Eropa akan mengurangi ekspor dari negara Asia yang menjadi salah satu pasar migas dan batubara asal Kaltim," ujarnya kepada Bisnis, kemarin. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)
Kepastian investasi monorel: Pemkot Makassar belum memiliki rencana pasti untuk memulai pembangunan moda transportasi monorel karena PT Hadji Kalla selaku pemegang megaproyek tersebut belum menuntaskan studi kelayakan transportasi modern tersebut.
Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengatakan hingga saat ini belum ada informasi jelas terkait kapan tuntasnya feasibility study pembangunan megaproyek monorel dari manajemen PT Hadji Kalla. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)
Inovasi layanan: PT Bank Sulselbar mulai tahun ini memperbesar basis nasabah dari kalangan pengusaha, terutama kontraktor proyekproyek milik pemerintah.
Dirut PT Bank Sulselbar Ellong Tjandra mengatakan semua kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah di Sulsel akan diwajibkan membuka rekening di bank milik pemerintah daerah ini.
"Potensi ini cukup besar, namun selama ini terabaikan. Kini kami akan maksimalkan potensinya," ujarnya, kemarin. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)
Anggaran koperasi: Dana bergulir yang dikucurkan pemerintah dari APBN untuk UMKM pada 2012 meningkat 30%. Dana itu naik dari Rp 1,02 triliun pada 2011 menjadi Rp 1,3 triliun.
"Pemerintah berupaya meningkatkan dana penguatan permodalan koperasi, yang akan menjadi penguatan perekonomian secara nasional," kata Dirut LPDB Koperasi dan UMKM Kemas Dania.
Dana tersebut disalurkan melalui Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB), yang berada di bawah Kemenkop dan UKM. Penyaluran dana LPDB ke UMKM diberikan dengan suku bunga rendah, yaitu 6 persen per tahun. (Sumber: Tempo Makassar)
Subsidi KPR: Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Sulsel Raymond Arfandy mengatakan dana subsidi KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan dicairkan pekan depan. Tahun ini Kementerian Perumahan Rakyat menyiapkan dana Rp 7 triliun untuk penyaluran FLPP.
Menurut Raymond kesepakatan tersebut masih berupa pernyataan lisan. "Proses adminitrasi untuk penandatangan perjanjian kerja sama operasional diharapkan selesai dalam dua hari ke depan," kata Raymond. (Sumber: Tempo Makassar)
Penerima Bansos: Serapat-rapat kejaksaan menutup nama anggota DPRD Sulsel yang telah mengembalikan Bansos 2008, akhirnya terkuat juga.
Dari 163 LSM yang disinyalir menerima dana tersebut, sebanyak Rp7,1 miliar sudah dikembalikan ke kas Pemprov Sulsel hingga 17 Februari 2012. Pengembalian itu langsung disaksikan Sekprov Andi Muallim dan Kabag Keuangan Pemprov Yushar Huduri.
Mereka yang mengembalikan dana itu antara lain, tercatat nama Burhanuddin B. Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Partai Golkar ini disebutkan menggunakan nama lembaga Badan Pengkajian dan Pendidikan (BP2) Sulsel dengan nilai pengembalian Rp 30 juta.(Sumber: Fajar)
Tertarik garap emas: Polandia tertarik menggarap sektor pertambangan di Sulawesi Selatan. Negara Eropa Timur itu mengincar tambang logam, emas dan nikel yang banyak terdapat di Sulsel.
Kepala Divisi Promosi Perdagangan dan Investasi, Kedutaan Besar Republik Polandia, Ramuald Morawski usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di rumah jabatan gubernur, Rabu 23 Februari mengatakan, Sulsel memiliki potensi besar di sektor pertambangan.
Hal ini telah mereka komunikasikan dengan sejumlah pengusaha di Polandia. Selain emas dan nikel, Remuald, sejumlah perusahaan dari polandia siap membangun industri di Sulsel yang core di bidang perkebunan, seperti kakao, kopi dan lain sebagainya. (Sumber: Fajar) (tw)

Showing 0 - 0 of 0 comments