Bisnis Indonesia - Bisnis.com


Jaringan angel investor di Tanah Air bakal dibentuk

Berita Terkait

NUSA DUA, Bali: Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI) segera membentuk angel investor networking untuk membantu pengembangan pebisnis pemula di Tanah Air. Shinta Widjaja Kamdani, pendiri GEPI yang juga Managing Director Sintesa Group mengatakan usai penyelenggaraan Regional Entrepreneurship Summit (RES) yang berakhir hari ini pihaknya akan bertemu dengan 12 pengusaha pendiri GEPI lainnya untuk membentuk angel investor networking.
"Tindak lanjut dari RES semua yang terlibat dalam pengembangan entrepreneurship di Indonesia mulai dari GEPI, akademisi, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan grup perusahaan yang peduli  entrepreneurship perlu bersinergi sehingga kita dapat membangun ekosistem entrepreneurship yang kuat di Indonesia," katanya di sela-sela kegiatan RES, hari ini.
Terminologi angel investor bisa didefinisikan sebagai seorang individu yang memiliki kekuatan finansial dan bersedia untuk memberikan suntikan dana bagi sebuah perusahaan baru. Beberapa angel investor sering bergabung dan membentuk sebuah jaringan tersendiri untuk saling berbagi penelitian dan memperkuat modal investasi mereka.
Ketua DPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa yang juga pendiri GEPI mengatakan pembentukan Angel Investor Networking sudah mendesak untuk mengantar para pebisnis pemula membangun usaha.
"Di Indonesia, pembiayaan seperti angel investor belum familiar tapi justru merekalah yang mampu mengantar pebisnis pemula untuk merealisasikan ide menjadi usaha bisnis," kata Erwin.
Menurut dia, kehadiran angel investor sangat dibutuhkan. Dari pelaksanaan Regional Entrepreneurship Summit yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan,GEPI dan mitra lainnya, hal yang harus ditindaklanjuti pembentukannya adalah Angel Investor. "Kami harapkan para pendiri GEPI menjadi pendiri angel investor networking ini. Bagi kami RES adalah proses pembelajaran yang terbaik bagi pengusaha Indonesia untuk belajar dari AS yang menjadi kiblat wirausaha dunia. Untuk itu perlu ada kebijakan pemerintah mendorong lahirnya usaha pemula di Indonesia," tegas Erwin.
Pihaknya siap berkontribusi sebagai Angel Investor bersama para pendiri GEPI lainnya. "Dalam hal entrepreneurship  jangan jalan sendiri-sendiri. Kalau bisa bersatu maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan luar biasa," tambahnya.
Erwin mengatakan saat ini kalau komitmen bersama sudah diraih, maka dalam hal modul pendidikan entrepreneur dan lainnya siap dibantu oleh AS yang sudah jauh lebih maju dalam hal pengembangan entrepreneurship.
Sandiaga Uno, Co-founder Saratoga Capital mengatakan pemerintah RI perlu belajar dari AS bagaimana mendukung lahirnya angel investor yang mau memfasilitasi para pebisnis pemula meski masih dalam tahap ide bisnis.
"angel investor belum ada di Indonesia padahal dibutuhkan sebagai alternatif pembiayaan yang bertahap hingga satu usaha starup bisa akses ke perbankan,"  kata Sandiaga.
Tahap selanjutnya setelah pembiayaan dari angel investor adalah modal ventura. Sayangnya di Indonesia konsep pembiayaan ini justru mendorong masyarakat untuk kredit motor bukan untuk modal usaha. "Kalau ingin entrepreneurship maju maka perlu ada ekosistem yang baik termasuk dalam hal pembiayaannya sehingga pemerintah harus berupaya memberikan iklim usaha yang baik supaya pengusaha pemula bisa naik kelas,"kata Sandi.
Kalau para pengusaha UKM, misalnya, bisa naik kelas barulah menjadi ukuran sukses dan adanya kemajuan dalam hal entrepreneurship. "Jumlah UMKM 52 juta dan diperkirakan tahun ini tumbuh 15%. Prediksi kenaikan itu  bukan prestasi karena belum banyak yang bisa naik kelas. Artinya mereka terpaksa buka usaha mikro tapi tak bisa berkembang. Angel investor dan modal ventura bisa mengantar mereka menjadi pengusaha kecil dan menengah."(mmh)

Discuss: Jaringan angel investor di Tanah Air bakal dibentuk

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area