Bisnis Indonesia - Bisnis.com


JADWAL PRESIDEN: Setelah ke Bali-Jateng, SBY kembali ke Jakarta

Large_17153

Berita Terkait

JAKARTA: Setelah pergi ke Bali dan Jateng sejak Rabu, Presiden Susilo Bambang kembali ke Jakarta dari Bandara Adisumarno, Solo pada siang ini.

Pesawat khusus kepresidenan Boeing 737-800 milik Garuda Indonesia akan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma memmbawa rombongan Kepala Negara dengan Ibu Ani Bambang Yudhoyono.

Menurut informasi dari Istana Kepresidenan, kunjungan ke Jateng serangkain dengan kunjungan kerja Presiden ke Bali pada 15-16 Februari.

Presiden membuka Sidang Umum ke-11 ASEAN Law Association (ALA) di Nusa Dua pada Rabu dan seusai membuka acara tersebut, Presiden langsung bertolak ke Solo, Jateng.

Yudhoyono selama di Jateng melakukan berabagi kegiatan, seperti melakukan Panen Raya Padi Inpari-13 di Kabupaten Sragen, dan berkunjung ke situs sejarah purbakala Sangiran.

Dalam perjalanan itu Presiden didampingi antara lain, oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menpora Andi Alifian Mallarangeng, dan Seskab Dipo Alam. (faa)

Discuss: JADWAL PRESIDEN: Setelah ke Bali-Jateng, SBY kembali ke Jakarta

Showing 1 - 2 of 2 comments

  • B36d462c0f7d5b45b6a29ec765e066ef.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    BIN

    Jum'at, 17 Februari 2012 | 20:09 WIB

    Setiap daerah akan memisahkan diri setelah menyerap semua anggaran pemerintah pusat yang sudah merampok hak kekayaan daerah. Telah dibentuk negara-negara baru di Asia Tenggara : Negara Sumatra Negara Kalimantan Negara Bali Negara Sulawesi Negara Maluku dan Negara Papua.

  • Fdc971e7aaa9dab2a62ff883279b5b09.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Pecah

    Jum'at, 17 Februari 2012 | 18:24 WIB

    Telah dibentuk negara-negara baru di Asia Tenggara : Negara Sumatra Negara Kalimantan Negara Bali Negara Sulawesi Negara Maluku dan Negara Papua.

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area