Bisnis Indonesia - Bisnis.com


IPO Garuda: Penjamin 'kalah bandar'

Large_ipogia

Berita Terkait

JAKARTA: Berlawanan dengan kisah penawaran publik perdana (IPO) PT Krakatau Steel Tbk, tiga underwriter (penjamin emisi) IPO PT Garuda Indonesia (Per sero) Tbk kemungkinan harus menyerap saham yang tidak terjual ke in vestor senilai Rp1,5 tri liun-Rp2,3 triliun.

Ironisnya, serapan investor asing ternyata meleset dari yang ditargetkan dengan porsi 20% dari total lembar saham yang dilepas ke publik. Asing hanya menyerap 1,9% dari total saham yang ditawarkan, atau setara dengan Rp91 miliar.

Informasi yang berkembang di pasar menyebutkan harga penawaran Garuda  yang di atas Rp700 per saham terlalu tinggi dibandingkan dengan valuasi saham Garuda sendiri. Seharusnya, berdasarkan hitungan price to book value dan price to earning ratio, harga Garuda tak jauh dari kisaran Rp500-an per saham.

Sejumlah eksekutif yang tidak mau disebutkan namanya dan terlibat dalam konsolidasi IPO Garuda Rabu malam mengungkapkan pada hari terakhir penawaran banyak calon investor, terutama asing yang membatalkan pembelian sehingga jumlah saham yang harus diserap underwriter menjadi membengkak.

“Data terakhir menyebutkan nilai saham yang harus diserap hingga Rp2,3 triliun. Penyebabnya banyak investor yang membatalkan pesanan sahamnya pada hari-hari terakhir. Ada yang semula pesan Rp100 miliar, namun hanya ditebus Rp10 miliar,“ ujarnya kemarin.

Menurut dia, besarnya nilai saham yang harus ditelan itu berpotensi membuat perusahaan sekuritas yang menjadi underwriter--PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas--menanggung beban yang sangat besar. Sebagai penjamin emisi, tiga sekuritas itu telah menyatakan kesanggupan penuh (full commitment) untuk menyerap sisa saham yang tidak terbeli investor.

Melihat kondisi yang tidak menguntungkan itu, ketiga underwriter itu juga sempat mendatangi Bapepam pada Selasa malam.
Dalam pertemuan itu, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas tetap menyatakan kesiapannya mengambil saham yang tidak terjual. Namun, Bahana Securities sempat meminta pengecualian agar bisa menyerap saham sesuai dengan kemampuan.

“Meskipun sempat ada permintaan dari Bahana, namun akhirnya semuanya sepakat untuk sesuai dengan komitmen,“ ujar sumber lainnya.

Direktur Utama Bahana Securities Eko Yuliantoro yang dikonfirmasi Bisnis melalui telepon selulernya berkaitan dengan kondisi itu tidak meresponsnya.

Berbeda dengan Eko, Direktur Mandiri Sekuritas Iman Rachman bersedia menjawab namun dengan jawaban singkat. “Saya no comment dulu. Nanti akan ada penjelasan resmi. Sampai saat ini saya belum mendapatkan laporan,“ ujar Iman.

Pernyataan hampir mirip juga disampaikan Edgar Ekaputra, Presdir PT Danareksa (Persero)-induk dari Danareksa Sekuritas.

Menurut dia, laporan mengenai penawaran Garuda belum final. “Berapa pun oversubscribe atau undersubscribe, Danareksa akan selalu memenuhi komitmennya sebagai underwriter.“

Setali tiga uang, Plt Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan berpendapat singkat. “Belum [mendapat laporan]. Sepertinya mereka [underwriter] masih konsolidasi.“

Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi Achiran Pandu Djajanto mengatakan tidak terserapnya saham oleh investor merupakan mekanisme pasar yang tidak bisa dimungkiri, “Itu [saham yang tidak terserap] karena hasil mekanisme pasar. Namun, kami akan meng umumkan secara resmi hasilnya dalam beberapa hari ini, dan secara resmi kami belum mendapatkan datanya,“ kata Pandu.

Dalam prospektus IPO Garuda yang terbit 2 Februari disebutkan Bahana, Danareksa, dan Mandiri memberikan full commitment terhadap porsi penjaminan saham Garuda sebesar Rp3,91 triliun atau sebanyak 5,23 miliar saham. (lihat grafis) Dari IPO itu, Garuda akan mengantongi dana tunai Rp3,30 triliun melalui penjualan 4,40 miliar saham baru, sedangkan PT Bank Mandiri Tbk, induk Mandiri Sekuritas, bisa mengantongi Rp1,45 triliun dari penjualan 1,94 miliar saham Garuda.

Discuss: IPO Garuda: Penjamin 'kalah bandar'

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi

Most Read

Small_grafismandiri

Di balik right issue Mandiri dan IPO Garuda

JAKARTA: Sejumlah 49 investor menyerap hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) milik pemerintah dalam rights issue PT Bank Mandiri Tbk dengan harga premium Rp250 dari harga penetapan Rp5.000 per saham.


Other area