Bisnis Indonesia - Bisnis.com


IPO FACEBOOK Incar US$5 miliar dari lantai Bursa Wall Street

Large_facebook

Berita Terkait

 

MAKASSAR: Pertumbuhan bisnis Facebook diperkirakan cerah menyusul pengumuman penawaran saham perdana raksasa jejaring sosial tersebut di bursa Wall Street hari ini sebagai langkah yang telah lama ditunggu-tunggu berbagai pihak. 
 
Jan Dawson, Chief Telecoms Analyst lembaga riset Ovum, berpendapat pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas perusahaan jejaring sosial tersebut prospektif. 
 
"Pendapatan dan laba operasi tumbuh kuat dalam dua tahun terakhir. Di tengah kondisi maraknya web 2.0 dan jejaring sosial pemula, Facebook masih mendapat reputasi dengan fokus pada pertumbuhan pengguna eksklusif, sehingga ini kembali meyakinkan bahwa Facebook tampak mampu mengkonversikan 845 juta pengguna aktifnya ke dalam pendapatan dan keuntungan," ujarnya laporan yang diterima Bisnis
 
Raksasa jejaring sosial Facebook, seperti dikutip Antara, akan mencatatkan sahamnya di Wall Street sebagai "FB" tetapi tidak menetapkan tanggal kapan sahamnya akan mulai diperdagangkan. Jejaring sosial itu telah mengajukan dokumen untuk penawaran umum saham perdana di AS pada Rabu, untuk menghimpun dana US$5 miliar di bursa Wall Street. 
 
Dokumen pengajuan kepada Securities and Exchange Commission (Badan Pengawas Pasar Modal) AS memberikan sekilas tentang rincian keuangan dari fenomena internet yang diluncurkan delapan tahun lalu oleh kepala eksekutif Mark Zuckerberg dari kamarnya di asrama Universitas Harvard. 
 
Perusahaan yang bermarkas di Palo Alto, California itu, melaporkan laba bersih sebesar US$668 juta tahun lalu, naik dari US$372 juta tahun sebelumnya. Pendapatannya naik hampir dua kali lipat menjadi US$3,7 miliar pada 2011 dibanding tahun sebelumnya. 
 
Dengan nilai dana yang dihimpun US$5 miliar, IPO Facebook akan menjadi yang terbesar oleh perusahaan teknologi, melampaui US$1,9 miliar yang dihasilkan oleh raksasa pencarian Internet Google ketika go public pada 2004 pada penilaian (valuasi) US$23 miliar. Adapun nilai kapitalisasi pasar Facebook telah diperkirakan pada US$75 miliar hingga US$100 miliar. 
 
Kapitalisasi pasar sebesar itu akan menempatkan Facebook setara dengan McDonald (US$101 miliar), jauh di depan Boeing (US$55 miliar), tetapi di belakang Apple (US$426 miliar) dan Google (US$189 miliar). 
 
Facebook, papar Dawson, mampu memperoleh pendapatan dari layanan advertising secara cepat, meskipun perusahaan itu melakukan diversifikasi. Bahkan, layanan dari jejaring sosial ini menimbulkan kerentanan di pasar advertising secara keseluruhan serta menimbulkan perpindahan besar-besaran dari Google. 
 
Seiring dengan rencana Google untuk memperbesar Google+ yang akan menggerus pangsa pasar jejaring sosial maupun pangsa iklan Facebook, Facebook kemudian mengincar pendapatan dari aplikasi game. Ini dilakukan Facebook untuk mengantisipasi ekspansi Google di platform game yang dibangun dengan Google+, yang diperkirakan dapat mendilusi hubungan Facebook dengan mitra-mitra besarnya termasuk Zynga yaitu penyedia game online yang sukses membuat sedikitnya 300 juta orang di dunia memainkan game-game buatannya di berbagai jejaring sosial, salah satunya Facebook dan telah menyumbang 12% pendapatan bagi Facebook. 
 
Ironisnya, di layanan mobile advertising, yang merupakan salah satu potensi Google dengan pertumbuhan pesatnya, Facebook ketinggalan. Facebook tidak menyediakan layanan advertising pada produk-produk bergerak (mobile)-nya. Ini menjadi peluang sekaligus ancaman bagi Facebook. 
 
Sementara itu, di jejaring sosial, kedepannya masing-masing tetap memiliki daya saing, Facebook yang terus berkembang dan dominan di jejaring sosial dan Google yang masih memiliki peluang dengan Google+. (sut)
 

Discuss: IPO FACEBOOK Incar US$5 miliar dari lantai Bursa Wall Street

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area