Bisnis Indonesia - Bisnis.com


INVESTASI DI HONGKONG: RI bisa jadi penanam terbesar

Large_dsc_5733

Berita Terkait

HONG KONG: Badan Investasi Hong Kong memperkirakan  perusahaan  Indonesia akan menduduki posisi pertama dari negara anggota Asean yang berinvestasi di Hong Kong dari sisi jumlah, mengalahkan jumlah perusahaan dari Singapura pada 2-3 tahun mendatang, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cepat, kata seorang eksekutif promosi investasi Hong Kong.

Pernyataan optimistis Direktur  Umum Promosi Investasi, Invest  Hong Kong, Simon Galpin itu didukung oleh  pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat cepat.

"Indonesia bisa menduduki posisi pertama dari anggota Asean kira-kira dua-tiga tahun lagi," kata Simon, kepada beberapa media Indonesia, hari ini.

Dia mengatakan hal itu sehubungan dengan penyelenggaraan Lifestyle Expo Hong Kong dan Propinsi Guangdong yang akan diikuti sedikitnya 200 perusahaan di Jakarta pada Maret.


Peluang investasi bagi perusahaan Indonesia di Hong Kong menurut dia sangat bagus, karena Hong Kong mempunyai  fasilitas dan pelayanan yang bagus.


Nilai investasi perusahaan Indonesia mencapai kira-kira di bawah 10%, masih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah investasi dunia di Hong Kong.

Pada tahun lalu, katanya, jumlah perusahaan  Singapura menduduki posisi teratas dari negara anggota Asean yang menanamkan investasi di Hong Kong, setelah itu Malaysia, Thailand, sedangkan Indonesia mungkin urutan keempat.

Dia mengatakan salah satu sektor yang mempunyai peluang  investasi bagi perusahaan Indonesia yaitu di bidang kuliner, selain itu juga bagus untuk membuka kantor pemasaran sebagai hub mencapai pasar global, karena Hong Kong didukung oleh pelayanan infrastruktur yang bagus.

Pada 2011, pihaknya membantu 303 perusahaan dan tahun ini diharapkan membantu 310 perusahaan yang 80% dari negara baru terutama dari Asia Tenggara, dan 20% dari perusahaan yang akan ekspansi usaha.(api)

Discuss: INVESTASI DI HONGKONG: RI bisa jadi penanam terbesar

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area