Bisnis Indonesia - Bisnis.com


INSTRUKSI PRESIDEN: SBY Tuntut Dubes

Large_16908

Berita Terkait


JAKARTA:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan lima arahan pada para duta besar dan diplomat Indonesia yang bertugas di luar negeri untuk mengoptimalkan keberadaan mereka bagi kemajuan Indonesia.

Kepala Negara mengatakan para Dubes dan diplomat selalu dituntut untuk memberikan hasil nyata bagi pencapaian kemajuan yang ingin dilakukan pemerintah Indonesia.

“Peran duta besar dan diplomat sangat penting. Dituntut hasil yang nyata.[Untuk itu] saya ingin menyampaikan 5 harapan dan direktif,” kata Presiden Yudhoyono saat memberikan pengarahan pada peserta rapat kerja Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Indonesia di Luar Negeri 2012, di Gedung Kemlu, hari ini.

Lima arahan tersebut, pertama, agar Dubes dan diplomat memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik di masa depan.

Apalagi Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang positif di tengah krisis finansial dunia, serta menjadi anggota G-20, “Diplomat Indonesia tidak boleh minder pada diplomat bangsa lain, apalagi di jajaran Asean,” kata SBY.

Kedua, para dubes dan diplomat Indonesia dituntut untuk selalu mengikuti isu global, serta aktif melakukan tugas diplomasi untuk kepentingan nasional.

Ketiga, SBY menginstrusikan agar para Dubes dan diplomat menguasai dan tahu apa misi dan tugasnya serta memiliki agenda prioritas, Keempat, Dubes dan diplomat mesti memiliki orientasi untuk bisa menghasilkan pencapaian yang ditargetkan.

Kelima, agar para Dubes dan para diplomat selalu aktif dan kreatif dalam menjalankan tugasnya untuk pencapaian tujuan. “[Harus] selalu siap. Kemudian aktif dan kreatif,” kata SBY.

Dalam kesempatan sama Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan saat ini Indonesia memiliki 130 kepala perwakilan di luar negeri, yaitu para duta besar, konsul jenderal, dan kuasa usaha ad interim.(msb)
 

Discuss: INSTRUKSI PRESIDEN: SBY Tuntut Dubes

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area