JAKARTA: Euro diperdagangkan 0,4% di atas posisi penutupan kemarin sebelum teleconference menteri keuangan Eropa membahas dana talangan kedua untuk Yunani setelah mereka membatalkan pertemuan yang direncanakan hari ini.
Perdana Menteri Luksemburg Jean-Claude Juncker mengatakan menteri keuangan akan bertemu pada 20 Februari.
"Pasar akan tetap ragu-ragu ke dalam pertemuan baru menteri keuangan [pada 20 Februari]. Euro hari ini akan tetap tenang," kata Emma Lawson, ahli strategi mata uang National Australia Bank Ltd di Sydney.
Di sisi lain dolar AS terhenti laju penguatannya terhadap yen sebelum rilis Federal Reserve. Pertemuan terakhir mereka ketika para pejabat mengatakan tingkat bunga acuan akan tetap rendah sampai setidaknya akhir 2014.
Euro diperdagangkan pada US$1,3122 pukul 9.52 di Tokyo dari US$1,3134 di New York kemarin, ketika jatuh ke level US$1,3080, terlemah sejak 6 Februari.
Mata uang bersama 17 negara itu melemah ke 102,94 yen dari 103,02 yen. Adapun, dolar dibeli pada 78,46 yen dari 78,44 yen kemarin, ketika naik 1,1%.
Perlemahan euro terhadap dolar AS pada Selasa terjadi setelah lembaga pemeringkat Moody's menurunkan peringkat kredit enam negara Eropa, sembari memperingatkan tentang adanya resiko penurunan terhadap rating Prancis, Inggris dan Austria.
"Langkah Moody's ini mengikuti jejak Standard & Poor yang pada bulan lalu juga telah menurunkan rating 6 negara zona euro, termasuk rating 'Aaa' Prancis dan Austria," tulis tim analis Monex Investindo Futures dalam laporannya yang diterima Bisnis pagi ini.
Para menteri keuangan Uni Eropa akan meminta Yunani untuk menjelaskan terlebih dahulu implementasi langkah penghematan anggaran senilai 325 miliar euro tahun ini, sebelum mereka menyetujui pemberian bailout.
Di saat yang bersamaan, tulis tim Monex yang dipimpin Ariston Tjendra, para pemimpin politik Yunani juga akan diharuskan untuk membuat komitmen tertulis untuk mengimplementasikan kesepakatan yang telah dicapai. (tw)
Showing 1 - 1 of 1 comments