BANDUNG: Kamar Dagang dan Industri Kota Bandung akan menggelar Open House Entrepreneur guna meningkatkan daya saing produk serta membuka pasar ekspor bagi industri kreatif dan produk unggulan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di kota tersebut.
Wakil Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Garniwa mengatakan perlu sejumlah terobosan untuk mendorong pertumbuhan sektor riil di Bandung, seperti membantu membangun jaringan dagang dan membentuk rantai pasok antar sesama pelaku usaha.
“Bandung memiliki banyak potensi industri kreatif, tinggal bagaimana mengembangkan dan memenangkan persaingan di pasar. Kadib Bandung akan menggelar Open House Entrepreneur pada 23-25 Maret untuk membantu pelaku usaha,” katanya, Senin (20/02)
Dia mengatakansektor industri kreatif di Kota Bandung sejauh ini cukup berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kota tersebut.
Bahkan, lanjutnya, industri kreatif di Kota Bandung terus bertambah seiring banyaknya pengusaha muda yang memiliki banyak inovasi.
"Peluang industri kreatif di Kota Bandung untuk terus berkembang begitu terbuka. Banyak produk industri kreatif asal kota ini yang diminati publik mancanegara,"katanya.
Dia mengatakan Bandung memiliki beberapa komoditas industri kreatif yang diminati pasar domestik dan mancanegara, seperti busana, handycraft, termasuk produk-produk teknologi informatika (TI).
Iwa mencontohkan produk fesyen tidak hanya diminati publik ASEAN, tetapi juga Asia, bahkan Eropa dan Amerika Serikat (AS).
Hal tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa produk industri kreatif nasional, khususnya, asal Kota Bandung, memiliki daya saing pasar yang luar biasa.
Melihat kondisi tersebut, lanjutnya, pihaknya berkeinginan menjadikan Kota Bandung menjadi basis industri kreatif nasional.
Sayangnya sejauh ini, perkembangan industri kreatif di Kota Bandung, baik dalam hal omzet, maupun jumlah pelaku, belum terpetakan.
Belum lama ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu saat berkunjung ke Bandung mengatakan, peluang berkembangnya produk industri kreatif tersebut terlihat pada kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, dalam dua tahun terakhir, industri kreatif menyumbang sekitar 7% pertumbuhan ekonomi tanah air.
Open House Entrepreneur dan Kadin Bandung Festival rencananya akan dihadiri sejumlah tokoh dan ekonom nasional a.l mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu dan Menteri Perindustrian MS Hidayat.
Ketua Kreatif Independent Clothing Kommunity (KICK) Ade Andriansyah mengatakan industri kreatif, terutama produsen fesyen masih memiliki kesempatan berkembang melihat makroekonomi yang cukup mendukung.
“Kami melihat industri kreatif, terutama fesyen masih mampu berkontribusi positif terhadap perekonomian Bandung. Bahkan, chloting di Bandung telah menjadi inspirator untuk pertumbuhan industri tersebut di kota lain, seperti Kediri, Jawa Timus,” katanya.
Dia mengatakan sejumlah chloting di Bandung telah memiliki daya saing, sehingga mampu bertahan dan berkembang di tengah serbuan produk impor.
“Untuk 2012 kami optimis masih bagus, apalagi harga bahan baku sudah stabil,” katanya. (k29/k35/Bsi)

Showing 0 - 0 of 0 comments