JAKARTA: Himpunan Insan Cinta Bunga Nusantara (Hiciban) mendorong pengembangan florikultura di tanah air yang mampu bangkitkan industri kreatif.
"Indonesia kaya dengan flora langka, terletak di garis khatulistiwa yang dibanjiri sinar matahari. Punya sumber daya manusia yang berlimpah dan aktivitas masyarakatnya juga banyak menggunakan bunga," kata Putra Astaman, Ketua Hiciban, hari ini.
Menurut dia pengembangan florikultura membuka peluang berbagai industri kreatif karena bunga potong misalnya banyak dibutuhkan untuk berbagai seni pertunjukan, kegiatan meeting, incentive,conference dan exhition (MICE) dan lainnya," kata Putra Astaman.
Bunga, tambahnya, banyak digunakan pada beragam kegiatan sehari-hari mulai dari kelahiran, perkawinan hingga kematian. Oleh karena itu potensi ekonomi kreatifnya besar.
"Bunga itu suplemen jiwa, banyak masyarakat memanfaatkan bunga untuk berbicara mewakili ucapannya . Aspek hijau dan keindahan ladang bunga mendorong lahirnya ekonomi kerakyatan, ekonomi kreatif, agrobisnis hingga , agrowisata," tegasnya.
Itulah sebabnya organisasi yang lahir pada 5 Agustus 2011 ini banyak melakukan gebrakan untuk mengembangkan florikultura di tanah air.
"Kami dukung gerakan tanam dan pelihara sepuluh juta pohon dari Ibu Negara dengan menanam bunga. Selain itu pada 14 Febuari lalu bertepatan dengan Hari Kasih Sayang kami berikan penghargaan bagi para pelopor dari pengembangan florikultura," katanya.
Penghargaan dilihat dari aspek kepemimpinan, keteladanan, riset dan upaya inovatif budi daya bunga. Pihaknya juga memilih Liza Maria Rouly, siswi SMA 8 Jakarta sebagai duta bunga yang akan mendorong semua lapisan masyarakat cinta bunga.
Acara bertajuk "Say it with flower 2012," kata Putra Astaman, menjadi momen penganugerahan insan cinta bunga nusantara yang a.l diberikan pada
Ray Suhardhani Bustanil Arifin sebagai pelopor bunga nusantara dan dikenal sebagai penggagas Taman Bunga Nusantara yang terletak di Puncak, Jawa Barat
HICIBAN memberikan penghargaan pula kepada daerah-daerah yang memajukan agrowisata bunga maupun komoditas bunga seperti Walikota Tomohon, Sulawesi Utara.
”Yang mendapat award daerah-daerah yang menyelenggarakan festival atau memiliki pasar bunga. Seperti Tomohon, lalu ada Pagaralam. Jakarta juga dapat karena memiliki Pasar Bunga Rawa Belong dan pernah buat festival flora di Lapangan Banteng,” ungkapnya.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu pada malam penghargaan itu menyebutkan bunga bisa menjadi produk wisata yang menarik kunjungan wisatawan mancanegara.
"Indonesia potensial menjadi penghasil bunga terbesar. Posisi kita di khatulistiwa, paling banyak menyerap sinar matahari. Kita harus mampu memanfaatkan kekayaan alam dan mewujudkan agrowisata,” ujarnya.
Sektor pariwisata termasuk pengguna terbesar bunga seperti di hotel, restoran, café, gedung perkawinan, acara pertemuan seperti MICE semuanya menjadi semarak bila ada sentuhan bunga.(api)

Showing 0 - 0 of 0 comments