Bisnis Indonesia - Bisnis.com


INDUSTRI BAJA: OneSteel Australia ikut terpukul

Large_baja

Berita Terkait

JAKARTA: Kinerja bisnis baja Australia masih berkarat. Setelah raksasa baja Australia Bluescope Steel mengumumkan kerugian dan pemecatan 1000 pekerja, hari ini giliran OneSteel mengumumkan rencana pemotongan pegawai.

 

Seperti dikutip dari ABC.net.au, perusahaan baja dan pertambangan OneSteel telah mengumumkan rencana untuk memotong 430 pekerjaan hingga akhir Juni dalam upaya efisiensi neraca keuangan. Pengurangan karyawan bisa menyelamatkan US$ 90 juta dana perusahaan.

 

Kepala Eksekutif Geoff Plummer mengungkapkan rencana tersebut saat dia mengumumkan kerugian paruh pertama korporasi mencapai US$$74 juta akibat penghentian usaha dan pembelian aset pertambangan.

 

Industri baja Australia sejak akhir tahun lalu lesu sebagai imbas penguatan dollar Australia terhadap dollar AS yang membuat perusahaan manufaktur Australia memilih untuk melakukan impor baja murah dari China, Korea Selatan (Korsel), Malaysia, Taiwan dan Thailand.

 

OneSteel sebagai produsen baja terbesar nomor dua Australia tahun lalu telah memasukkan gugatan dugaan praktik dumping baja murah dari Asia ke Badan Kepabeanan Australia.

 

OneSteel berharap penyidikan terhadap impor baja mulai dari Juli 2010 hingga 30 Juni 2011 bisa memberikan alasan bagi industri baja Australia meminta pemerintah untuk menyediakan subsidi bagi industri baja Australia agar mampu bersaing dengan perusahaan luar negeri.

 

Pemerintah Australia terus berupaya melindungi industri pertambangan baja dari gempuran produk asing. Ini karena sektor tersebut selama ini berkontribusi besar terhadap perekonomian negara itu. (arh)

 

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Julia Gillard juga menegaskan dukungannya terhadap industri baja nasional yang penting bagi infrastruktur kami, energi, pertahanan, transportasi, otomotif, komunikasi, konstruksi dan barang-barang industri.

Discuss: INDUSTRI BAJA: OneSteel Australia ikut terpukul

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi

Most Read

Small_px002_627c_9

Chevron kena denda Rp165,24 triliun karena cemari Amazon

JAKARTA: Pengadilan banding Ekuador menguatkan putusan bahwa Chevron Corp harus membayar US$18 miliar (sekitar Rp165,24 trliun) atas tuduhan mencemari hutan Amazon dan merusak kesehatan masyarakat.   Hakim memerintahkan Chevron untuk membayar US$8,6 miliar  akibat kerusakan lingkungan Februari 2011, tapi jumlahnya lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar US$18 miliar karena Chevron tidak membuat permintaan maaf publik seperti yang dipersyaratkan oleh putusan awal.


Other area