Bisnis Indonesia - Bisnis.com


INDUSTRI BAJA: Kinerja Bluescope berkarat

Large_bluescope

Berita Terkait

JAKARTA: Kinerja raksasa baja Australia Bluescope Steel sepanjang tahun finansial 2011 dalam kondisi berkarat karena merugi US$1 miliar yang berakibat pemecatan terhadap 1.000 pekerjanya.
 
Pada semester I/2011, seperti dikutip dari laman resmi mereka, Bluescope Steel dilaporkan kehilangan lebih dari US$530 juta sebagai imbas restrukturisasi biaya dan payahnya kondisi pasar. Akhir Agustus lalu, Bluescope mengumumkan kerugian US$1 miliar sepanjang tahun dan harus memecat 1.000 pekerjanya.
 
Kebijakan itu diikuti menutup produksi ekpor yang berakibat penutupan satu dari tanur di Port Kembla pada Oktober 2011 yang mengakibatkan pengurangan kapasitas produksi hingga separuhnya.
 
Berkaratnya kinerja sepanjang 2011 membuat pemegang saham untuk periode tersebut harus gigit jari tak kebagian deviden. Meski demikian, perusahaan itu optimistis kerugian yang harus ditanggung pada semester I/2012 tak akan terlalu besar.
 
BlueScope Steel adalah produsen baja lembaran yang beroperasi di Australia, Selandia Baru, Asia Pasifik dan Amerika Utara. Nama BlueScope Steel resmi digunakan sejak 17 November 2003 setelah pada 2002 diambil alih dari BHP Billiton.
 
Satu produk yang dikenal dari BlueScope adalah zincalume dan colorbond yang juga diproduksi di Indonesia melalui PT BlueScope Steel Indonesia sejak 1995 dengan memanfaatkan pasokan baja dari Krakatau Steel di Komplek Industri Cilegon, Banten.
 
Pasar terbesar BlueScope di Tanah Air a.l. Jakarta, Surabaya dan Medan. Merek baja mereka a.l. Pelangi, Abadi, Gemilang, Interior, Indah, Textura, Ancor, Perisai dan Tangguh. (tw)
 

Discuss: INDUSTRI BAJA: Kinerja Bluescope berkarat

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area