JAKARTA: Thailand mengkhawatirkan kinerja ekspor buah ke Indonesia akan terganggu menyusul dibatasinya pintu masuk impor hortikultura.
Chek Jeenaphan, Asisstant Director Department of International Trade Promotion Ministry of Commerce Royal Thai Government, mengatakan membutuhkan waktu beberapa hari untuk mengirim buah-buahan dari pintu-pintu masuk ke Jakarta.
“Thailand ingin menyediakan buah yang segar bagi masyarakat Indonesia dengan harga jual yang wajar. Kami meminta pemerintah mempertimbangkan bahwa buah Thailand bisa masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok,” jelasnya, Jumat sore 10 Februari 2012.
Dia menuturkan Thailand mengekspor cukup banyak jenis buah antara lain durian, lengkeng, jambu air, leci, mangga.
“Untuk volumenya, saya harus melihat data lagi. Tetapi, yang jelas jumlahnya cukup besar,” jelasnya.
Thailand termasuk negara terbesar pengekspor buah dan sayur ke Indonesia di samping China, India, Vietnam, Thailand, Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru.
Sepanjang tahun lalu, volume impor sayur dan buah tercatat 1,6 juta ton atau meningkat 33,3% dibandingkan dengan 2010 sebanyak 1,2 juta ton.
Seperti diketahui, mulai 19 Maret 2012 pemerintah membatasi impor hortikultura hanya melalui empat pintu guna menanggulangi gempuran impor produk tersebut.
Pintu masuk untuk hortikultura itu ditetapkan Pelabuhan Belawan Sumatra Utara, Pelabuhan Makassar Sulawesi Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Bandara Soekarno-Hatta Banten.
Ketentuan tersebut tertuang di dalam Peraturan Menteri Pertanian No.89/2011 tentang Persyaratan Teknis dan Tindakan Karantina Tumbuhan untuk Pemasukan Buah-buahan dan Sayuran Segar ke dalam Wilayah Indonesia.
Jeenaphan mempertanyakan apakah fasilitas di empat pelabuhan yang ditetapkan sebagai pintu masuk itu sudah lengkap seperti halnya Priok.
“Kami memikirkan mengenai ditutupnya Priok [untuk impor hortikultura]. Apakah di pelabuhan lain fasilitasnya sama. Sekurangnya, kami ingin agar peraturan bisa seperti dulu,” paparnya.
Ketua Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Natsir Mansyur mengatakan akan mengusulkan ke pemerintah agar menunda pemberlakuan Peraturan Menteri Pertanian terkait pembatasan pintu masuk hortikultura.
“Kami akan kirim surat resmi ke pemerintah agar peraturan itu ditinjau lagi, meminta evaluasi lagi. Kalau Kalibaru sudah jadi, Tanjung Priok akan menjadi hub port dan bisa saja pintu masuk hortikultura hanya satu yaitu di sana,” jelasnya.
Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Banun Harpini mengatakan salah satu alasan dibatasinya pintu masuk untuk hortikultura adalah juga untuk memperdulikan para petani. (bas)

Showing 0 - 0 of 0 comments