WASHINGTON: Amerika Serikat menilai negara-negara anggota G-20 harus mendiskusikan kemungkinan adanya tambahan sumber daya kepada International Monetary Fund (IMF), setelah Eropa memutuskan untuk mengamankan keuangan.
Lael Brainard, Dirjen Hubungan Internasional Departemen Keuangan AS, menyatakan peran besar terhadap penyelesaian masalah krisis Eropa ini harus datang dari dalam kawasan itu sendiri.
“IMF harus terus berperan konstuktif di Eropa, tapi sumber-sumber dari IMF tidak dapat menggantikan tanggap darurat atas sistem pengamanan yang dibangun oleh Eropa sendiri. Saya yakin bahwa tanggapan Eropa akan menjadi sangat jelas, dan negara-negara anggota G-20 harus mendapatkan akses yang lebih baik dari sumber-sumber IMF itu,” ujar Brainard.
Krisis utang Eropa akan menjadi sorotan utama pada saat pertemuan menteri keuangan negara-negara G-20, termasuk di dalamnya Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy F. Geithner, yang pada pekan ini akan bertolak ke ibu kota Meksiko. Brainard memastikan bahwa pemerintah Obama tidak akan mencari dana dari IMF pada tahun ini.
Para Menteri Keuangan negara anggota Eropa menyetujui pemberian paket dana bantuan tahap kedua sebesar US$172 miliar atau 130 miliar euro kepada Yunani. Dana itu berasal dari pendapatan laba Bank Sentral Eropa, dan meyakinkan investor untuk menyediakan lebih banyak penghapusan utang ke negara-negara Mediterania. Kesepakatan itu termasuk penghapusan utang sebesar 53,5% kepada investor.
Bursa saham Eropa kembali melemah pada hari kedua setelah laporan menunjukkan sektor jasa dan manufaktur Eropa terkontraksi pada Februari. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,8% menjadi 264,59 pada pentutupan. Mata uang euro menguat 0,1% menjadi US$1,3247 pada perdagangan di New York. (sut)
Brainard menyatakan diskusi lebih lanjut mengenai sumber daya di IMF akan diikuti dengan penilaian dari para pemimpin di Eropa mengenai kemampuan pengamanan keuangan. Pembicaraan ini akan dibahas pada pertemuan yang diselenggarakan pada 1—2 Maret mendatang.
“IMF dapat dapat dan berada di tingkat kedua dari penamanan, tapi apa yang terjadi saat ini adalah komitmen dari negara-negara di kawasan Eropa sendiri, yang dibuktikan oleh pengamanan mereka,” ujar Brainard.
Dia meyakini bahwa peran IMF sangat penting di Yunani. “Kami mengantisipasi dan IMF harus terus melanjutkan peran konstuktif pada program di negara-negara kawasan Eropa. Tapi kontribusi terbesar pada keuangan akan terus berlanjut dan datang dari kawasan Eropa,” katanya.
IMF saat ini sedang mencari tambahan US$500 miliar untuk dipinjamkan. Dengan rencana dari pemerintah Amerika Serikat untuk berkontribusi dan kawasan Eropa telah menetapkan batas 150 miliar Euro, Managing Director IMF Christine Lagarde telah mendekati sejumlah negara termasuk China, dan Arab Saudi untuk menutup celah yang makin lebar.
Pemerintah Yunani telah meyakinkan para kreditornya untuk dapat mendorong pemangkasan belanja, dan mendapatkan dana bantuan tahap kedua dalam tiga tahun. Brainard menyatan pemerintah Yunani telah membuat komitmen kuat untuk reformasi dan pemerintah Amerika Serikat akan mengawasi impelementasi program tersebut. (sut)
Showing 0 - 0 of 0 comments