Bisnis Indonesia - Bisnis.com


IKAN BERFORMALIN: Importir tunda reekspor ke Pakistan

Large_ikan__5_

Berita Terkait

 

BATAM: Reekspor 25 ton ikan impor berformalin asal Pakistan yang rencananya hari ini dikirim dari Pelabuhan Tanjung Punggur, Batam, ditunda karena masih menunggu kontainer pendingin dari Singapura.
 
Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Batam Ashari Syarief mengungkapkan kontainer pendingin yang didatangkan dari Singapura tersebut dijadwalkan bisa digunakan pada tanggal 26-27 Februari mendatang. Jadwal ini diperoleh karena importir harus mengantri untuk bisa menggunakan kontainer.
 
"Reekspor batal hari ini. Kontainer yang memiliki freezer tidak ada di Batam, jadi kontainer harus dipesan lagi dari Singapura," ujarnya.
 
Sebanyak 25 ton ikan impor berformalin ini diidentifikasi positif mengandung formalin pada 14 Februari lalu di Pelabuhan Punggur. Ikan berjenis kembung ini diimpor dari Pakistan oleh PT Bintan Nusantara Mulia dengan menggunakan kontainer pendingin. 
 
Kontainer pendingin berisi 25 ton ikan impor yang sudah mengantongi sertifikasi original dari Pemerintah Pakistan ini sempat transit di Singapura untuk diverifikasi dokumennya sebelum masuk ke pelabuhan di Batam. 
 
Namun setelah dibongkar muat di Batam, kontainer pendingin tersebut dikembalikan ke Singapura. "Harus disewa lagi dan harus mengantri, yang jelas kepastian dari importir tanggal 26-27 Februari,"
 
Diluar itu, Ashari memastikan ikan impor ini tidak sempat dan tidak akan beredar di pasaran di Batam ada pengawasan khusus. 
 
Pengawasan khusus ini dilakukan Stasiun Karantina Ikan Kelas I Batam agar tidak ada ikan yang keluar dari tempat penyimpanan di Pelabuhan Punggur.
 
Pihaknya bersama Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan juga siap menyelidiki jika memang ada ditemukan ikan berformalin di pasaran. 
 
"Yang pasti ikan itu tidak akan beredar di pasaran, kalau ada yang mengeluarkan satu atau dua ton akan dikenakan sanksi." (sut)

Discuss: IKAN BERFORMALIN: Importir tunda reekspor ke Pakistan

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area