JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia dan Pemerintah Aljazair berencana meningkatkan kerja sama dalam teknologi pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.
Menteri Perikanan dan Kelautan Sharif Cicip Sutardjo mengungkapkan KKP akan mengirim sejumlah ahli perikanan dan kelautan ke Aljazair guna membantu membidani kebijakan-kebijakan yang mendukung kemajuan di sektor perikanan.
Selain itu, seru Cicip, Indonesia dan Aljazair telah menyepakati memorandum of understanding (MOU) on Fisheries Cooperation guna meningkatkan jumlah ekspor produk perikanan Indonesia ke Aljazair. Menurutnya, langkah tersebut juga akan mendorong kalangan pengusaha perikanan Indonesia berpenetrasi ke pasar Aljazair.
“Pertemuan pertama akan digelar pada 27 Februari mendatang. Aljazair meminta kita mengembangkan perikanan dan kelautan di sana dari nol sampai bisa maju,” ungkapnya usai pelantikan pejabat eselon I KKP hari ini.
KKP berencana mengirim Ketut Sugama (Direktur Jenderal Perikanan Budidaya) dan Enday Kusendar (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan KKP) untuk memimpin hubungan bilateral Indonesia-Aljazair di bidang perikanan dan kelautan.
Pengiriman tenaga ahli KKP ke Aljazair tersebut merupakan bagian dari orientasi perombakan tujuh pejabat eselon I di lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya kini dijabat oleh Slamet Soebjakto dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan resmi dipimpin oleh Rizal Max Rompas.
Cicip menilai mutasi dan promosi jabatan dibutuhkan untuk memberikan kesegaran kreativitas dan memenuhi perubahan situasi organisasi. Dia berharap sejumlah pejabat ekselon I yang baru harus mendukung konsep industrialisasi yang tengah diusung oleh KKP.
“Melalui perubahan ini diharapkan muncul terobosan-terobosan baru dalam mencapai konsep industrialisasi perikanan dan kelautan,” ungkapnya. (faa)

Showing 0 - 0 of 0 comments