SOCIAL MEDIA dan gadget kini telah menjadi alat paling ampuh untuk membuat orang yang bukan siapa-siapa menjadi terkenal atau sebaliknya menjatuhkan sosok terkenal menjadi sasaran hujatan.
Bripda Saeful Bahri dan sebelumnya Briptu Norman Kamaru adalah contoh pertama. Dalam waktu hitungan jam, kedua polisi itu tiba-tiba langsung meng-Indonesia akibat diunggah wajahnya lewat twitter, BBM, facebook, dan youtube.
Semula keduanya menjadi pembicaraan di dunia maya yang akhirnya menjadi nyata ketika ditampilkan oleh media massa, terutama media online. Mereka berdua pun menjadi selebritas dadakan di negeri ini.
Selain kedua polisi itu, ada lagi dua perempuan yang namanya langsung terkenal yaitu penyanyi lipsync, Shinta dan Jojo yang terkenal dengan Keong Racung-nya.
Ariel Peterpan dan Angelina Sondakh adalah contoh sebaliknya. Dua orang terkenal itu tiba-tiba menjadi bahan gunjingan bahkan hujatan dalam waktu singkat.
Sebagai vokalis yang tengah berada di puncak kejayaan, Ariel menjadi bulan-bulanan ketika beredar video porno yang mirip wajahnya dengan beberapa perempuan yang mirip Luna Maya dan Cut Tari.
Berbulan-bulan video porno itu jadi perbincangan bahkan sampai ke Istana Presiden. Kisah tentang Ariel pun sempat menjadi trending topics nomor satu di duniaversi twitter.
Tak jauh nasibnya dengan Ariel, adalah Angelina Sondakh, mantan Putri Indonesia yang menjadi politisi dari Partai Demokrat.
Penetapan Angie, begitu panggilan akrab Angelina Sondakh, sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan kesaksiannya dalam sidang mantan Bendahara Umum Partai Demokrat menjadi bahan ejekan di dunia maya.
Dalam beberapa BBM, foto Angie ketika memberi kesaksian di sidang Nazaruddin diutak-atik sedemikian rupa sehingga tampilannya menggambarkan perempuan itu berhidung layaknya tokoh Pinokio. Dalam cerita anak-anak, si boneka kayu Pinokio akan bertambah mancung hidungnya apabila dia berkata bohong.
Bagaimana menurut Anda, apakah ada yang salah dengan masyarakat kita melihat adanya fenomena selebritas dadakan via social media dan gadget? Atau itu semua adalah cuma persoalan kemajuan zaman semata?

Showing 1 - 3 of 3 comments