Sabtu ini diperingati sebagai hari kanker sedunia. Banyak acara dilaksanakan di Indonesia, mulai dari rangkaian seminar, acara pembagian makanan gratis bagi penderita kanker tidak mampu, hingga rumah singgah bagi pasien dari daerah yang sedang berobat di Jakarta.
International Union Againts Cancer, organisasi kanker dunia, memprediksi penderita kanker akan mencapai 75 juta jiwa pada 2030, naik 300% dari saat ini. Sebanyak 17 juta di antaranya penderita baru dan 27 juta jiwa akan berakhir dengan kematian.
Dari total jumlah tersebut, sebanyak 70% penderita kanker ada di negara berkembang, termasuk Indonesia. Deteksi yang terlambat dan kurangnya pengetahuan menyebabkan sebagian besar penderita kanker terlambat diobati.
Data Riset Kesehatan Dasar 2007, prevalensi tumor (jinak dan ganas) adalah 4,3 per 1000 penduduk di Indonesia.
Kanker hingga kini masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Data yang dilansir situs WHO (World Health Organization) hari ini mencatat ada lima jenis kanker yang paling sering menyerang dan membunuh laki-laki dan perempuan.
Kaum lelaki harus mewaspadai kanker paru-paru, kanker lambung, kanker hati, kanker kolorektal (usus besar), dan esofagus (tenggorokan). Pada perempuan, kanker payudara masih mendominasi diikuti kanker paru-paru, lambung, kolorekta, dan serviks (leher rahim).
Di negara berkembang, kanker serviks merupakan kanker yang paling umum menyerang. Padahal, jenis kanker ini sudah bisa dicegah dengan melakukan imunisasi dan deteksi dini. Kanker payudara, kanker serviks dan kolorektal dapat dicegah dengan terdeteksi dini dan diobati secara memadai.
Ada 100 jenis kanker
Ada lebih dari 100 jenis kanker yang dapat menyerang hampir semua bagian tubuh. Tapi banyak jenis kanker yang sebenarnya dapat dicegah dengan menghindari paparan faktor risiko umum, seperti asap tembakau.
Lebih dari 30% kanker dapat dicegah, terutama dengan tidak mengkonsumsi tembakau termasuk merokok, menjaga pola makan sehat, secara fisik aktif dan moderat penggunaan alkohol.
Penggunaan tembakau merupakan penyebab terbesar kanker di dunia dan 22% kematian akibat kanker. Seperlima dari semua kanker di seluruh dunia disebabkan oleh infeksi kronis, seperti human papillomavirus (HPV) yang menyebabkan kanker serviks, serta virus hepatitis B (HBV) yang menyebabkan kanker hati.
Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan menyebar. Pertumbuhan kanker sering menyerang jaringan di sekitarnya dan dapat bermetastasis (penyebaran kanker) ke tempat yang jauh.
Mochtar Riyadi, pendiri Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam, mengatakan mengatakan dirinya ingin membangun rumah sakit khusus melayani penyakit kanker sebanyak mungkin di Indonesia.
“Di Australia yang penduduknya cuma 20 juta memiliki lebih dari 20 rumah sakit khusus kanker, sedangkan di Indonesia dengan 240 juta penduduk baru punya 2 rumah sakit khusus kanker, yaitu RS Kanker Dharmais dan MRCCC ini,” ujarnya, hari ini.
Dia menceritakan keinginannya mendirikan rumah sakit khusus kanker salah satunya didorong pengalaman pribadi, dimana ayahnya meninggal di usia 60 tahun karena kanker usus besar.

Showing 0 - 0 of 0 comments