Bisnis Indonesia - Bisnis.com


HARGA PANGAN: Pemerintah waspadai krisis pangan

Large_beras

Berita Terkait

 

JAKARTA: Pemerintah menyiapkan protokol manajemen krisis pangan berupa perluasan kerja sama dengan negara-negara di luar Asean+3. Salah satu indikator krisis pangan adalah jika harga pangan melonjak sekitar 10%-15%.

Rusman Heriawan, wakil Menteri Pertanian, menjelaskan pemerintah tengah menjajaki kerjasama penyiapan cadangan beras dari sejumlah negara yang ahli soal ketahanan pangan, di luar Asean+3, seperti Jepang dan Amerika Serikat. Penjajakan tersebut dalam kerangka pelaksanaan protokol manajemen krisis (CMP) pangan.  

"Kami tidak ingin nanti ketika krisis terlambat menyiapkan antisipasi," ujarnya usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian, malam ini.

Selain itu, jelas Rusman, CMP pangan tersebut juga memasukan langkah antisipasi seperti program beras untuk rakyat miskin (Raskin) dan operasi pasar, yang disiagakan untuk melindungi kelompok masyarakat yang rentan terhadap kenaikan harga pangan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan di samping itu pihaknya juga terus menjaga hubungan baik dengan negara-negara pemasok pangan dunia, seperti Vietnam, Thailand, dan India. Hal tersebut penting jika sewaktu-waktu Indonesia perlu mengimpor beras dari negara-negara tersebut.

"Kami sebetulnya tidak ingin mengimpor beras, tapi menyerap produksi dalam negeri sebanyak-banyaknya," ucapnya.

 

Menurutnya, untuk menyerap produksi beras dalam negeri, Bulog telah menyiapkan letter of credit (L/C) sebesar Rp3 triliun. Selama awal masa panen di bulan ini, Bulog telah menyerap sekitar 16.000 ton beras produksi dalam negeri.

"Itu di Jawa Tengah yang paling banyak. Lalu Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Sulawesi Tenggara," imbuhnya.

Sutarto menambahkan pemerintah telah menetapkan harga pembelian beras sebesar Rp6.500 per kg untuk di Pulau Jawa dan Rp6.600 untuk di Aceh. "Di saat HPP Rp5.060, kami berani Rp6.500 di Pulau Jawa dan Rp6.600 untuk Aceh," terangnya.(msb)

Discuss: HARGA PANGAN: Pemerintah waspadai krisis pangan

Showing 1 - 1 of 1 comments

  • 1c5702c2fb9a3946113a497b8f0045e1.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Luwarso sapa

    Minggu, 11 Maret 2012 | 21:53 WIB

    indonesia memiliki potensi menjadi lumbung pangan dunia, hal ini didukung oleh : 1. Potensi sumber daya alam (lahan, iklim, dan air) lahan : sawah 13 jt ha yang dapat menghasilkan 44 jt ton beras (66 jt ton gabah kering panen) ladang/tegalan : masih belum dimanfaatkan terutama untuk budidaya padi gogo yang luasanya 3 kali lipat sawah lahan indonesia ditaburi gunung berapi sehingga tingkat kesuburanya idial untuk tanaman pangan. iklim : sebaran iklim Indonesia (barat, Tengah, Timur) memungkinkan untuk menanam dan panen tanaman pangan sepanjang tahun air : dengan distribusi dan besaran curah hujan di Indonesia akan dapat mencukupi untuk budidaya tanaman pangan 2. Potensi Sumberdaya Manusia(sosial kultur) : 60% penduduk Indonesia berprofesi sebagai petani sehingga untuk mengerakan sektor pertanian tersedia tenaga kerja yang cukup dan sudah biasa dibidang pertanian 3. Potensi iptek : Litbang pertanian telah merilis hasil temuan variatas padi unggul lebih dari 111 varietas yan masing-masing punya keunggulan produksi dan spesifik (tahan kekeringan, tahan genanganl, taha hama penyakit, berprotein tinggi, dll), teknologi mitigasi, Pupuk, pestisida, teknik budi daya, pasca panen, dan banyak teknologi yang dihasilkan dari lembaga riset diluar lintbang kementan. Kendala dan tantangan Pengadaan Bahan Pangan (beras) di Indonesia 1. Lahan pengusahaan petani sempit (0,2 ha) 2. Usaha tani merupakan usaha sampingan (sub sistem) 3. Prilaku petani dalam budidaya pertanian (penggunaan bahan kimia, boros air dan saprodi, dll) 4. Lemahnya kelembagaan dan posisi tawar petani yang berakibat pada panjangnya tataniaga serta belum adilnya sistem pemasaran 5. Belum tersedianya sarana pasca panen yang memadai 6. Belum adanya pendataan (sistem informasi) yang realtime (luasan, komuditas, lokasi produksi) bahan pangan dan sarana produksi ((by name by adress) 7. Diperlukan dukungan pengembangan teknologi inovatif (inovatife diveloment) Untuk menggerakan potensi dan kendala yang ada di Indonesia maka diperlukan sebuah konsdep yang sistematik yang mengintegrasikan semua suport sistem yaitu : 1. Pelatihan & Pendampingan 2. Integrated farming 3. Processing 4. Marketing 5. Lembaga keungan mikro 6. Mobil Information system Dari pengitegrasian dan kjonsulidasi rantai pasok maka akan dicapai : 1. Transformasi petani menjadi pengusaha pertanian (peningkatan kesejahteraan dan kemandirian petani) 2. Penguasaan stok fisik bahan pangan (Pengendalian Distribusi , Stabilitas Harga dan kedaulatan Pangan) 3. Perubahan Mindset budidaya tanaman berwawasan ekologis (Tersedianya Bahan Pangan sehat dan Menyehatkan, Serta Berkelanjutan) luwarso sapa www.sapaipt,org

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area