MELBOURNE: Harga kontrak minyak turun dari level tertinggi 9 bulan di New York menyusul spekulasi investor bahwa permintaan bahan bakar dapat goyah setelah laporan menunjukkan stok minyak mentah meningkat di AS, konsumen terbesar di dunia.
Harga terkoreksi 0,4%, menuju penurunan pertama dalam lebih dari seminggu. Pelemahan terjadi setelah American Petroleum Institute melaporkan pasokan naik 3,55 juta barel pekan lalu.
Laporan Departemen Energi baru keluar hari ini. Sejumlah analis dalam jejak pendapat Bloomberg memperkirakan persediaan naik 1,35 juta barel ke tingkat tertinggi dalam lima bulan.
Harga minyak untuk penyerahan April turun US$0,39 menjadi US$105,89 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada pada US$105,93 pukul 10.50 waktu Sydney.
Kemarin harga kontrak itu naik 3 sen menjadi US$106,28, penutupan tertinggi sejak 4 Mei. Harga 8% lebih tinggi pada tahun lalu.
Brent ke US$122
Sementara itu, harga minyak Brent untuk penyerahan April naik US$1,24 atau 1% menjadi US$122,90 per barel di bursa ICE Futures yang yang jadi acuan untuk Eropa.
Premi acuan kontrak Eropa terhadap minyak yang diperdagangkan di New York ditutup pada US$16,62. Rekor selisih harga penutupan dicapai pada 14 Oktober sebesar US$27,88. (Bloomberg/Taufikul Basari/23/tw)

Showing 0 - 0 of 0 comments