Bisnis Indonesia - Bisnis.com


HARGA MINYAK sentuh US$105 per Barel

Large_sx213_6bef_9

Berita Terkait

 

MELBOURNE: Minyak pagi tadi, Selasa 21 Februari, diperdagangkan mendekati harga tertinggi dalam 9 bulan di New York di tengah spekulasi pasokan akan terganggu setelah Iran mengatakan pihaknya menghentikan beberapa ekspor minyak mentah, sementara menteri keuangan Eropa bertemu untuk membahas bailout Yunani.
 
Harga melonjak 2,1% untuk keuntungan hari keempat, reli naik terpanjang sejak Desember.  Kontrak minyak untuk penyelesaian Maret, yang berakhir hari ini, naik US$2,20 ke US$105,44 per barel dalam perdagangan harian, tertinggi sejak 5 Mei.
 
Kontrak tersebut berada pada US$104,61 pukul 11.24 di Sydney, sedangkan produk berjangka minyak April yang lebih aktif diperdagangkan naik US$1,32 ke US$104,92.
 
Lantai bursa ditutup 20 Februari untuk liburan Hari Presiden AS. Perdagangan hari ini akan dibukukan dengan transaksi elektronik kemarin untuk penyelesaian.
 
Adapun, harga minyak brent untuk penyelesaian April naik 0,4% menjadi US$120,05 per barel di ICE Futures Europe kemarin.
 
Kenaikan itu dipicu situs berita milik kementrian perminyakan Shana yang melaporkan bahwa Iran akan memasok minyak mentah untuk "pelanggan baru."
 
Pelanggan baru itu, tulis Shana, bukan perusahaan Perancis dan Inggris.  Leporan tersebut mengutip Alireza Nikzad Rahbar, seorang juru bicara kementerian.
 
Keputusan Iran menghentikan penjualan minyak mentah ke pembeli Perancis dan Inggris yang mendahului larangan Uni Eropa pada impor itu, dinilai Menteri Luar Negeri Inggris William Hague sebagai "tidak berdampak pada keamanan energi Inggris maupun pasokan." (sut)

Discuss: HARGA MINYAK sentuh US$105 per Barel

Showing 1 - 1 of 1 comments

  • B870f1f6f36769b1de47d26e5d9105fa.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Energi Alternatif Gratis

    Selasa, 21 Februari 2012 | 18:35 WIB

    Saatnya beralih ke energi alternatif yang mumpung masih gratis.

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area