LONDON: Indeks komoditas longsor dari rekor 6 bulan, tertekan penurunan tembaga dan minyak setelah Eropa menunda bailout Yunani, hingga mengerek dolar dan mengikis permintaan bahan baku.
Indeks GSCI Spot Standard & Poor melemah 0,3% menjadi 680,79 setelah mencapai 687,80 kemarin, level tertinggi sejak 2 Agustus. Indeks itu berada pada 680,84 pukul 13.37 Kamis (16/02) di Singapura.
Harga tembaga penyerahan 3 bulan turun 1,6% menjadi US$8.233 per metrik ton di London, sedangkan minyak mentah turun 0,4% di New York.
Penurunan itu sejalan menyebarnya kekhawatiran Yunani kehilangan pembiayaan utang bulan depan karena putusan bailout yang dijadwalkan kemarin ditunda sampai 20 Februari.
Menurut rencana, Yunani akan mendapat dana talangan sebesar 130 miliar euro setara dengan US$169 miliar.
Pernyataan Moody's
Selain masalah Yunani, sentimen negatif juga muncul seiring pernyataan Moody's Investor Service bahwa peringkat bank global dapat dipangkas.
Penyebabnya adalah adanya risiko bagi kreditur terkait dengan biaya pendanaan yang meningkat di tengah kecemasan soal utang Eropa.
"Eropa itu jauh dari mencapai solusi. Itu hambatan yang kita miliki, yang akan melukai permintaan untuk komoditas," kata Dominic Schnider, Kepala Riset Komoditas UBS AG.
Sepanjang tahun ini, indeks komoditas telah naik 5,6%, didukung data yang menunjukkan wilayah dengan perekonomian terbesar di dunia itu dapat pulih.
Menurut data The Fed , pabrik di AS mendorong produksi per Januari, hingga dalam dua bulan itu naik terbesar lebih dari 2 tahun . Di sisi lain, pengangguran turun ke level terendah dalam 3 bulan.
Harga minyak untuk Maret berada pada US$101,45 per barel, turun 0,3% di New York setelah ditutup pada posisi tertinggi 10 Januari. Kenaikan didukung laporan Iran menghentikan pengiriman ke Eropa.
Sementara itu, harga tembaga berjangka diperdagangkan pada US$8,250.50 per ton di London Metal Exchange.
Adapun, harga aluminium, seng, nikel, timah dan timah turun. Spot emas turun 0,4% ke US$1.720,68 per ounce, sementara perak dan platinum melemah. (23/Bsi)

Showing 0 - 0 of 0 comments