Bisnis Indonesia - Bisnis.com


HARGA EMAS: Beli sekarang, minggu depan naik

Large_emas

Berita Terkait

NEW YORK: Pasar emas kian bergairah setelah miliarder dan manajer investasi terkenal John Paulson dari Paul & Co. Jumat ini (17/02) mengajurkan investor memborongnya sekarang.

 

Paulson menganjurkan hal tersebut sebagai upaya guna memproteksi nilai investasi dari ancaman inflasi yang diakibatkan terutama oleh ekspansifnya belanja pemerintah.

 

“Dengan naiknya inflasi, harga emas berpeluang naik, yang mengimplikasikan sekarang saatnya ambil posisi beli,” tulisnya dalam surat kepada investor yang diperoleh Bloomberg.

 

Armel Leslie, juru bicara Paulson, menolak berkomentar. Tahun ini, harga emas sudah naik 9,8% ke US$1.721 per ounce. Dan pagi ini, sudah terangkat lagi 0,09% ke US$1.729,9 per ounce.

 

“Situasi fiskal negara-negara industri dunia hari ini jelas membawa kita pada kekhawatiran soal inflasi,” kata Mark O’Byrne, Direktur Eksekutif GoldCore Ltd, satu broker emas di Dublin.

 

Separuh dari 22 analis yang disurvei Bloomberg juga meyakini harga logam mulia itu akan naik pekan depan. Paul & Co adalah investor terbesar SPDR Gold Trust, dengan dana US$2,9 miliar.

 

Pasar emas berjangka kini memasuki periode paling bullish sejak September, setelah Bank Sentral Inggris, Bank Sentral Jepang, dan The Fed menyatakan akan membeli lebih banyak aset.

 

Bank-bank sentral di dunia juga akan meningkatkan belanja cadangan emasnya, dari posisi tahun lalu yang sudah bertambah 439.7 ton, atau terbanyak selama hampir 50 tahun terakhir.

 

World Gold Council Kamis (16/02) di London menyatakan belanja cadangan emas dalam jumlah besar itu kemungkinan akan terulang lagi tahun ini. (Bloomberg/Bsi)

Discuss: HARGA EMAS: Beli sekarang, minggu depan naik

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area