JAKARTA: Dalam mengahadapi rencana kenaiakn harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginstruksikan seluruh perusahaan pelat merah untuk meningkatkan aksi sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengkhawatirkan dampak naiknya harga BBM terhadap rakyat kecil sehingga meminta BUMN berpartisipasi dalam meringankan beban mereka nanti.
“Presiden memberi isyarat kelihatannya BBM pasti naik meskipun harus dibicarkan dulu dengan DPR RI. Namun Pak Presiden meminta BUMN bantu rakyat kecil yang paling rentan terhadap dampak kenaikan harga BBM,” jelasnya dalam konferensi pers hari ini 23 Februari 2012.
Menurut Dahlan, pihaknya akan memeratakan kegiatan CSR kepada rakyat kecil. Selama ini, BUMN hanya membantu masyarakat di sekitar kantor atau lokasi proyeknya saja, sedangkan masih banyak rakyat miskin di luar sana.
Mulai sekarang, kementerian juga akan mengkoordinir kegiatan CSR seluruh BUMN agar lebih tepat sasaran dan merata. Selama ini, kementerian tidak ikut campur dalam urusan CSR karena itu tanggung jawab dan hak masing-masing perusahaan.
Dahlan juga mengisyaratkan penambahan dana CSR BUMN yang dialihkan dari dividen kepada negara.
“Kalau mau bantu rakyat miskin jangan perhitungan, harus all out! Bisa saja pay out ratio dividen perlu diturunkan untuk CSR,” tegasnya.
Sepanjang tahun lalu, Dahlan memperkirakan seluruh BUMN membukukan laba bersih sebesar Rp120 triliun. Pemerintah telah mematok rasio pembayaran dividen sebesar 28%, turun dari tahun sebelumnya sebesar 30%.
Dahlan menambahkan ada kemungkinan bantuan kepada rakyat kecilnya tidak berupa CSR melainkan berupa uang tunai, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dibagikan pemerintah saat mengurangi subsidi BBM sebelumnya.
“Bisa saja semacam BLT, tapi sifatnya lebih sementara. Namanya bukan BLT, tapi BLSM atau bantuan langsung sementara masyarakat,” jelasnya. (faa)

Showing 0 - 0 of 0 comments