Bisnis Indonesia - Bisnis.com


HARGA BBM: Bank Indonesia dukung penaikan harga

Large_bank_indonesia__1_

Berita Terkait

JAKARTA: Bank Indonesia mendukung kenaikan harga bahan bakar minyak karena jika tidak dilakukan turut memperbesar defisit neraca pembayaran akibat pembengkakan konsumsi komoditas itu.


Satu sisi, dampak dari kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bakal mendorong inflasi di atas target apabila kenaikan di atas Rp1.000 per liter.

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan setiap kebijakan pasti ada dampak yang harus ditanggung. Namun, ada dampak positif juga yang diperoleh dari kenaikan harga BBM, karena mengurangi subsidi dan konsumsi masyarakat.

"Sebetulnya terus terang situasi kalau tidak dilakukan kenaikan harga, bukan hanya APBN kesulitan. Neraca pembayaran kita pun kesulitan. Mulai tengah tahun lalu neraca migas kita defisit. Padahal dari 50 tahun lalu surplus," ujarnya di Jakarta, hari ini (23/02).

Dia mengutarakan total ekspor migas nasional dibandingkan dengan impor jauh lebih besar impornya. Hal itu,  lanjutnya, turut memperketat transaksi berjalan dari neraca pembayaran.

"Itu akan dapat cepat memperbesar defisit kalau kedepan tidak direspon. Salah satu yang bisa dilakukan dengan menaikkan BBM. Supaya orang mulai hemat," tegasnya.

Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menaikkan harga BBM guna meredam pembengkakan subsidi bahan bakar itu. Keputusan itu akan dilakukan April ini setelah opsi pembatasan subsidi dinilai masih belum memungkinkan karena tak didukung infrastruktur yang memadai.

Darmin menambahkan dampak kenaikan BBM terhadap inflasi tidak akan banyak jika di bawah Rp1.000 per liter. Namun, lanjutnya, jika di atas nilai itu akan mendorong inflasi di atas target 5,5%. Target inflasi pemerintah adalah 4,5% plus minus 1%.(ra)

Discuss: HARGA BBM: Bank Indonesia dukung penaikan harga

Showing 1 - 1 of 1 comments

  • E7e9b3f432309ec819f0dd05ec0a2c40.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    scpot

    Jum'at, 24 Februari 2012 | 01:32 WIB

    sy jg mendukung ..., karena sdh waktunya BBM naik..., jgn disubsidi aja rakyat yg berkendaraan...,. alihkan subsidi untuk rakyat yg benar2 miskin.., berobat gratis, sekolah gratis.... tapi tarif angkutan umum jgn ikut2an naik.., biasanya latahan..!!!!!

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi

Most Read


Other area