MAKASSAR: PT Pertamina Region VI dan Hiswana Migas Sulawesi mengakui belum dapat menormalkan lonjakan harga tabung gas elpiji 3kg di tingkat pengecer.
Koordinator Hiswana migas wilayah Sulawesi Hasbidin mengatakan stok tabung gas elpiji 3 kg sudah aman. "Sebenarnya keresahan masyarakat saat ini adalah harga gas yang masih tinggi. Kami sudah menggelar operasi pasar dan turun ke tingkat agen dan penyalur untuk minta agar harga bisa dinormalkan," ujarnya, hari ini (23/02).
Menurut Hasbidin, keterlambatan pasok gas elpiji akibat cuaca menjadi penyebab kelangkaan, dan ini dimanfaatkan sejumlah pihak tertentu. "Di tingkat pengecer, harga dinaikkan dengan penaikan yang tinggi yaitu hampir 100%."
Harga elpiji 3 kg yang seharusnya di agen resmi adalah Rp11.850 dan di pangkalan resmi Rp12.750 per tabung begerak fluktuatif.
Bahkan, di Kecamatan Tamalanrea mencapai Rp22.000 dari sebelumnya Rp14.000 per kg. Di wilayah Kecamatan Antang, Makassar, harga elpiji kini Rp19.000 dari sebelumnya hanya Rp14.000 per kg.
Hasbidin menegaskan, untuk mengatasi permasalahan harga maka distribusi akan dipotong ke tiga pangkalan dan operasi pasar akan digelar secara intens.
"Kami menyimpan tabung gas elpiji di beberapa tempat, termasuk stasiun pengisian bahan bakar umum [SPBU]. Ini untuk mengatasi kenaikan harga," ujarnya. (ra)

Showing 0 - 0 of 0 comments