JAKARTA: Anggota Presidium Aliansi Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia Faisal Badawi mengaku bisa memaklumi kesepakatan impor garam konsumsi untuk 2012, karena produksi di dalam negeri memang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan lebih dari kuartal I/2012.
Dia menuturkan produksi garam pada 2011 hanya sebanyak 1,1 juta ton atau meleset dari target awal yakni 1,4 juta ton.
“Produksi garam pada tahun lalu tidak sesuai harapan, sehingga penetapan pemerintah untuk impor sebanyak 500.000 ton sudah moderat. Jangan dipahami kami mendukung impor, karena impor dilakukan hanya kalau stok garam nasional kurang,” jelasnya.
Faisal mengingatkan garam impor itu harus masuk ke Indonesia seluruhnya maksimal pada 30 Juni 2012, karena panen ada pada Agustus.
Dia menuturkan kebutuhan garam nasional pada tahun ini diperkirakan mencapai 3,1 juta ton, terdiri dari 1,6 juta ton garam untuk industri, yang dipenuhi gari impor, dan 1,4 juta ton garam konsumsi.
“Kami memperkirakan total produksi tahun ini adalah 1,5 juta ton. Sehingga, pada tahun depan kalau memang bisa, tidak usah impor,” kata Faisal. (faa)

Showing 0 - 0 of 0 comments