Penampilan seni tari yang diiringi dengan musik dari negara asalnya dapat menambah wawasan penontonnya. Paling tidak ada enam negara yang menampilkan seni tarik dan musik pada acara Cross Country Culture (CCC) di Atrium Senayan City, Jakarta.
Ega Robot, 36, pimpinan Ega Robot Percution, mengawali pembukaan acara CCC yang diselenggarakan oleh pusat perbelanjaan Senayan City dalam rangkaian perayaan Imlek tahun ini.
Grup musik yang sudah tampil di berbagai negara itu menampilkan tari Rampak Kendang dan musik lagu daerah asal Jawa Barat tersebut dengan semangat dan energi. "Saya juga memadukan musik tradisional Sunda dan jazz untuk lagu Spanyol, All Jerau," kata Ega.
Selain penampilan tari Rampak Kendang dari Indonesia, pada acara pembukaan CCC itu juga dipentaskan tari Kenaree, tari 4 Region of Thai Kingdom dari Thailand, tari Portuguese folks dance dari Macau, tari Kathak Bharatnayam dari India, tari Jarabe tapatio dan lagu-lagu dari Meksiko, tari Dance of 1000 hands guan Yin dari China, tari Samba carnaval dari Brazil dan tarian Burung golden ways, yang merupakan kolaborasi kebudayaan Indonesia dan Tionghoa.
Pada pembukaan acara yang berlangsung meriah itu hadir antara lain Esthy Reko Astuty, Direktur Sarana dan Promosi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang mewakili Sapta Nirwandar (Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf bersama istri, Sendy Yusuf, yang juga Ketua Yayasan Batik Indonesia untuk Jabar, pengusaha Dewi Motik, Mien R. Uno, dan lain-lain.
Pertunjukan seni tari dan musik itu merupakan bagian dari rangkaian acara perayaan Imlek yang bertema Chinese New Year & Cross Country Culture (CCC) di Senayan City belum lama ini.
Meski Imlek adalah tahun baru warga Tionghoa, pihak pengelola pusat perbelanjaan yang rata-rata dikunjungi sekitar 90.000 orang per hari itu tidak hanya menampilkan seni bernuansa China.
CEO Senayan City Handaka Santosa mengatakan pihaknya tidak hanya menampilkan budaya China saja untuk merayakan Imlek, tapi juga menampilkan budaya dari berbagai negara, sehingga terdapat pengayaan seni dan budaya.
"Kami sengaja menyajikan sesuatu yang berbeda dari yang sebelumnya dengan menampilkan unsur kebudayaan-kebudayaan dari berbagai negara menjadi suatu sajian yang apik dan menawan," katanya.
Esthy Reko Astuty, Direktur Sarana dan Promosi Pariwisata, Kemeterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan adanya pelaksanaan program cross country culture tersebut juga dapat meningkatkan budaya daerah, karena pengunjung Senayan City dapat menikmatinya.
"Kita dapat melakukan program ini setiap tahun untuk mendukung objek wisata dari berbagai daerah dan manca negara," katanya. (REH/TW)

Showing 0 - 0 of 0 comments